Bank Kalsel Dorong Warga Sungai Andai Kelola Sampah Jadi Pangan

Bank Kalsel memperkuat pengelolaan sampah di Bank Sampah “Bahe’mart” melalui bantuan budidaya lele yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan kegiatan ekonomi warga.

BANJARMASIN – Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, diarahkan tidak hanya untuk mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan manfaat pangan dan ekonomi bagi warga melalui pengembangan budidaya ikan lele.

Upaya tersebut didukung Bank Kalsel melalui program corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik kepada Pusat Daur Ulang Skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Rabu (16/9).

Program itu menjadi kelanjutan dari pengelolaan sampah yang telah dijalankan Bank Sampah “Bahe’mart” sejak 2019. Pengurus sebelumnya telah mengembangkan kegiatan pengumpulan sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus memberikan nilai ekonomi.

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan bantuan budidaya lele diintegrasikan dengan pengelolaan sampah organik agar manfaat program dapat dirasakan pada aspek lingkungan dan ketahanan pangan warga.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi pengurus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak tahun 2019 mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,” ucap Dirut Bank Kalsel Fachrudin, sebagaimana dilansir Antara, Kamis, (17/09/2026).

Sebelum bantuan budidaya lele diberikan, Bank Kalsel telah menyalurkan 20 unit tempat sampah sedekah botol plastik di 13 titik strategis Kota Banjarmasin. Dalam tujuh bulan, program tersebut berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik.

Hasil penjualan sampah itu kemudian dimanfaatkan untuk membuat komposter pengurai sampah organik. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sampah yang dikumpulkan warga dapat diolah kembali untuk mendukung kegiatan lingkungan dan kebutuhan produktif.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengapresiasi program yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurut dia, pengolahan sampah dari sumbernya dapat berjalan beriringan dengan kegiatan budidaya yang memberikan manfaat ekonomi.

“Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi. Peresmian hari ini bukanlah akhir, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat.” Kata Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin dan Direktur Utama Bank Kalsel serta pengurus Bank Sampah “Bahe’mart”, Istiqomah dan Ardiansyah, bersama warga setempat.

Selain pengembangan fasilitas, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, pengurus bank sampah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Pengelolaan fasilitas secara konsisten diharapkan dapat menjaga manfaat kegiatan sekaligus memperkuat upaya pengurangan sampah dari lingkungan permukiman.

Program tersebut selanjutnya diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah organik, ketahanan pangan, dan kegiatan ekonomi produktif warga secara berkelanjutan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com