20 Talenta Vokasi RI Bawa Standar Dunia ke Shanghai

Sebanyak 20 talenta vokasi Indonesia mengikuti WSC ke-48 di Shanghai sebagai ajang mengukur kompetensi sekaligus menghimpun pengalaman dan standar global untuk pengembangan pendidikan vokasi nasional.

JAKARTA – Keikutsertaan 20 talenta vokasi Indonesia dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, China, tidak hanya diarahkan untuk mengejar medali, tetapi juga menjadi momentum mengukur kesiapan keterampilan tenaga muda Indonesia terhadap standar dunia kerja. Pengalaman dari ajang yang diikuti peserta dari lebih dari 80 negara itu diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan pendidikan vokasi di dalam negeri.

Kontingen Indonesia dalam kompetisi tersebut terdiri atas 20 kompetitor dan 17 expert yang akan berlaga pada 17 bidang keahlian. Para kompetitor berasal dari siswa dan alumni sekolah menengah kejuruan (SMK) serta talenta terpilih dari sejumlah institusi mitra industri.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan persiapan peserta dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dengan memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental, kedisiplinan, dan integritas agar mampu mengikuti standar internasional.

“Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper, melainkan membawa nama besar Indonesia. Mereka ditempa secara teknis, mental, dan disiplin tinggi dengan standar dunia,” kata Tatang dalam keterangannya, Kamis (17/9), sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Jumat (18/09/2026).

Menurut Tatang, WSC dapat menjadi ruang bagi talenta vokasi Indonesia untuk mengetahui posisi kemampuan mereka ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai negara. Kompetisi tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman serta mengenali perkembangan teknologi yang digunakan dalam dunia kerja global.

“Target kita bukan hanya pulang membawa medali, tetapi juga membawa pengalaman, teknologi, dan standar global untuk memajukan pendidikan vokasi di tanah air,” ujarnya.

Hasil dari kompetisi itu selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana pendidikan vokasi Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri. Evaluasi dapat mencakup kurikulum, metode pembelajaran, penguasaan teknologi, serta standar kompetensi yang diterapkan di sekolah dan lembaga pendidikan vokasi.

WSC juga menjadi arena untuk menguji kemampuan peserta dalam memenuhi standar keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Persaingan dengan talenta dari berbagai negara dapat memberikan gambaran mengenai kompetensi yang perlu diperkuat agar lulusan vokasi memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri.

Selain kemampuan teknis, pengalaman peserta selama mengikuti kompetisi internasional dapat menjadi masukan dalam membangun aspek nonteknis, seperti kedisiplinan, integritas, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja sesuai standar profesional. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan vokasi menghadapi lingkungan kerja yang terus berkembang.

Dengan demikian, keterlibatan Indonesia dalam WSC tidak berhenti pada hasil pertandingan. Pengalaman 20 kompetitor dan 17 expert di Shanghai diharapkan dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran bagi pendidikan vokasi sehingga penguatan keterampilan peserta didik semakin selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com