Penembakan di Sekolah Menengah Atas Nasional Banga, Cotabato Selatan, Filipina, menewaskan tiga orang dan melukai delapan lainnya, dengan empat korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
MANILA – Penembakan di Sekolah Menengah Atas Nasional Banga, Provinsi Cotabato Selatan, Filipina, menewaskan tiga orang dan melukai delapan lainnya, Jumat (18/09/2026). Dua korban tewas diketahui merupakan pelajar, sementara empat dari delapan korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Petugas badan penanggulangan bencana setempat menyebut seluruh korban luka berusia 14 hingga 17 tahun. Sejumlah pelajar lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah insiden yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.
Gubernur Provinsi Cotabato Selatan Reynaldo Tamayo mengatakan situasi di lokasi telah stabil dan terkendali. Dia mengaku tidak menyangka penembakan tersebut terjadi.
“Untuk sekarang, kami mencoba memberi tahu warga situasinya stabil dan terkendali. Kami tak menyangka ini akan terjadi,” kata dia, sebagaimana diberitakan Cnn indonesia, Jumat, (18/09/2026).
Wali Kota Albert Palencia mengatakan pelaku diduga mengakhiri hidupnya setelah melakukan penembakan. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya, pelaku sempat berada bersama teman-temannya sebelum menjalankan aksinya.
“Pelaku diduga duduk di samping teman-temannya dan menyuruh mereka pulang ‘karena setelah makan siang, saya akan menjalankan rencana saya’,” kata dia.
Palencia mengatakan teman-teman pelaku tidak menganggap serius pernyataan tersebut karena pelaku dikenal gemar bercanda.
“Teman-temannya tertawa karena pelaku penembakan itu dikenal sebagai orang yang suka bercanda.
Setelah makan siang, dia mulai menembak para siswa.
“Tembakan mengenai 10 siswa sebelum bunuh diri,” tambah Palencia.
Namun, jumlah pasti pelaku dalam insiden tersebut masih belum diketahui. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang guru terdengar menyebut terdapat dua penyerang.
Penembakan di Sekolah Menengah Atas Nasional Banga menjadi peristiwa penembakan sekolah mematikan ketiga di Filipina sejak Juni. Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, jumlah pelaku, serta motif di balik serangan yang menimbulkan korban dari kalangan pelajar tersebut. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan