Pemkab Kubar Perkuat Penanganan Karhutla di Tingkat Kecamatan

Pemkab Kubar menyalurkan peralatan pemadaman kepada kecamatan dan MPA untuk mempercepat penanganan awal karhutla sekaligus menyalurkan bantuan beras bagi 19.764 keluarga penerima manfaat.

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memperkuat kemampuan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendistribusikan peralatan pemadaman kepada 16 kecamatan dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Langkah ini ditujukan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat di wilayah masing-masing sebelum dukungan lanjutan dari kabupaten dikerahkan.

Penyerahan sarana dan prasarana tersebut dilakukan di Alun-Alun Itho, Jumat (18/09/2026). Bantuan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar dan mencakup berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk operasi pemadaman di lapangan.

Bantuan antara lain berupa pompa jinjing, pompa apung, pompa portabel, embung air berkapasitas 5.000 liter, selang pemadam, motor trail karhutla, tenda, lampu penerangan, hingga nozzle. Selain itu, tujuh set peralatan brigade kecamatan dan 10 set peralatan MPA turut diserahkan untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat wilayah.

Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan kesiapan peralatan harus berjalan beriringan dengan kecepatan respons dan sinergi antarpihak. Menurutnya, keberadaan sarana pemadaman di tingkat kecamatan dan MPA penting untuk menangani kebakaran sejak tahap awal.

“Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lima unit mobil slip-on juga diberikan kepada Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Muara Lawa, Penyinggahan, dan Sekolaq Darat. Sementara itu, peralatan MPA disalurkan kepada 10 kampung, yakni Benung, Keliwai, Sentalar, Loa Deras, Muara Nili, Lampunah, Jerang Melayu, Muyub Hulu, Gelonggong Asa, dan Juhan Asa.

Frederick meminta seluruh penerima memastikan peralatan yang telah diberikan dirawat dan selalu berada dalam kondisi siap pakai. Menurut dia, kesiapan tersebut menjadi bagian penting dari kemampuan wilayah dalam menghadapi kebakaran sebelum memerlukan dukungan tambahan dari BPBD Kubar.

“Peralatan yang telah diserahkan agar dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kecamatan yang telah menerima bantuan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan awal sebelum meminta dukungan lebih lanjut dari BPBD,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kubar Yudianto Rihartono mengatakan kejadian karhutla sepanjang 2026 menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan kemampuan penanganan di tingkat kecamatan. Sejumlah wilayah, kata dia, memerlukan perhatian berdasarkan frekuensi kejadian maupun luasan area yang terdampak.

Kondisi lapangan juga terbantu hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir setelah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Yudianto menilai penguatan sarana di tingkat kecamatan dapat mengurangi ketergantungan terhadap mobilisasi peralatan dari BPBD Kubar ketika terjadi kebakaran. Dengan demikian, penanganan awal dapat dilakukan petugas setempat sembari menunggu dukungan apabila kondisi membutuhkan pengerahan sumber daya yang lebih besar.

“Kecamatan yang sudah mendapatkan sarana prasarana diharapkan menjadi garda terdepan sehingga kebakaran dapat ditanggulangi terlebih dahulu sebelum bantuan dari BPBD diperlukan,” ungkapnya.

Untuk menunjang kesiapan tersebut, BPBD Kubar juga mengusulkan pembangunan gudang permanen. Fasilitas itu direncanakan menjadi tempat penyimpanan sekaligus mendukung kesiapan sarana, prasarana, dan logistik kebencanaan.

Selain memperkuat respons karhutla, Pemkab Kubar pada kesempatan yang sama menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga prasejahtera. Dinas Sosial (Dinsos) Kubar menargetkan program tersebut menjangkau sekitar 25 ribu kepala keluarga.

Kepala Dinsos Kubar Adolfus F. Pontus menjelaskan hasil pendataan dan verifikasi menetapkan 19.764 kepala keluarga sebagai penerima bantuan. Mereka tersebar di 183 kampung dan empat kelurahan.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras. Hingga 17 September 2026, distribusi telah menjangkau 93 kampung dengan total bantuan yang disalurkan sekitar 83 ton.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” jelas Adolfus.

Dinsos Kubar juga mengevaluasi mekanisme pendataan penerima manfaat. Perbaikan sistem pendataan dan verifikasi disiapkan agar penyaluran berikutnya semakin tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di seluruh kampung dan kelurahan.

Frederick mengapresiasi dukungan PT BEK dalam penanganan karhutla, termasuk bantuan masker dan mesin alkon. Ia berharap keterlibatan dunia usaha terus diperkuat dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana di Kubar.

Secara keseluruhan, penguatan peralatan di tingkat kecamatan dan MPA, dukungan relawan serta keterlibatan dunia usaha diarahkan untuk mempercepat respons terhadap karhutla. Pada saat yang sama, bantuan beras menjadi bentuk dukungan Pemkab Kubar terhadap kebutuhan dasar keluarga prasejahtera. Sebagaimana dilansir Kominfokubar, Jumat (18/09/2026), kedua program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *