Pakistan menyatakan dukungan diplomatik dan militer kepada Arab Saudi, termasuk untuk menjaga keamanan Mekah dan Madinah, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
ISLAMABAD – Pakistan menegaskan komitmennya untuk membantu menjaga keamanan Arab Saudi, termasuk Mekah dan Madinah, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dukungan Islamabad mencakup jalur diplomatik dan militer serta berkaitan dengan perjanjian pertahanan bersama yang baru disepakati.
Juru bicara militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry menyampaikan posisi tersebut dalam wawancara dengan Arab News pada Kamis (17/9/2026). Ia mengatakan Pakistan siap mengambil langkah apa pun untuk menjaga keamanan Arab Saudi dan dua kota suci umat Islam.
“Kami akan melakukan apa pun demi keamanan (dua tempat suci) dan Kerajaan Arab Saudi,” kata Chaudhry.
Menurut Chaudhry, komitmen Pakistan tersebut juga mencakup dukungan terhadap Arab Saudi dalam menghadapi perkembangan keamanan di kawasan. Pernyataan itu disampaikan ketika serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi terus menjadi perhatian.
Chaudhry kembali menegaskan bahwa Islamabad tidak hanya memberikan dukungan secara diplomatik, tetapi juga membuka komitmen dalam aspek pertahanan.
“Pakistan sepenuhnya mendukung Kerajaan Arab Saudi, baik secara diplomatik maupun militer,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (17/9/2026), posisi Pakistan tersebut berkaitan dengan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani Pakistan, Arab Saudi, dan Turki pada Agustus 2026. Kesepakatan yang disebut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah itu mengatur komitmen ketiga negara untuk saling membela apabila salah satu pihak mengalami serangan.
Kesepakatan tersebut muncul ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta serangkaian serangan yang dilakukan Houthi dari Yaman. Kelompok tersebut diketahui mendapat dukungan dari Iran.
Dalam perkembangan terbaru, Houthi melaporkan adanya serangan udara baru yang dilakukan Arab Saudi pada pekan tersebut. Riyadh juga menuduh Houthi melakukan serangan yang disebut “pengecut” dengan menargetkan Mekah.
Tuduhan mengenai serangan terhadap Mekah kemudian memicu kemarahan di sejumlah negara Muslim karena kota tersebut memiliki kedudukan sebagai salah satu tempat suci utama umat Islam.
Dengan adanya komitmen pertahanan tersebut, Pakistan menempatkan keamanan Arab Saudi dan dua kota suci sebagai bagian dari dukungan yang dinyatakan akan diberikan di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan