Tawuran di Makassar, Pemuda 19 Tahun Tewas Diduga Kena Peluru

Tawuran antarkelompok di Makassar menewaskan seorang pemuda berusia 19 tahun dan menyebabkan posko kepolisian serta sepeda motor petugas menjadi sasaran serangan.

SULAWESI SELATAN– Tawuran antarkelompok di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berujung pada kematian seorang pemuda berusia 19 tahun sekaligus menyeret sejumlah fasilitas kepolisian menjadi sasaran serangan. Posko Siaga tiga unsur pimpinan kecamatan (Tripika) di Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, diserang menggunakan batu, panah, dan bom molotov, sedangkan sepeda motor milik petugas kepolisian dibakar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (26/09/2026). Selain menyerang posko, aksi tawuran juga menyebabkan seorang pemuda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka yang diduga berasal dari tembakan pada bagian punggung.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel M Haris mengatakan hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah menunjukkan adanya luka tembak. Namun, penyebab pasti kematian korban masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Pada pemeriksaan memang di punggung belakang ada luka, pada pemeriksaan luar ada memang luka tembak,” kata Haris kepada wartawan, Minggu (27/09/2026).

Kapolrestabes Makassar Arya Perdana membenarkan terjadinya tawuran yang turut menyasar pos polisi. Menurut dia, sepeda motor milik petugas juga dibakar dalam rangkaian kejadian tersebut.

“Iya benar, ada tawuran semalam,” katanya.

Arya juga membenarkan adanya pemuda yang diduga meninggal akibat terkena peluru yang bersarang di bagian punggung. Jenazah korban masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar untuk memastikan penyebab kematian.

“Sementara ini, kita masih dalami,” ujarnya.

Selain korban jiwa, serangan terhadap Posko Siaga Tripika di Jalan Kandea 3 menambah dampak dari bentrokan tersebut. Sejumlah warga dilaporkan melempari posko dengan batu dan panah serta melemparkan bom molotov. Seorang personel kepolisian yang berada di dalam posko dilaporkan selamat.

Sepeda motor milik seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) juga menjadi sasaran dan dibakar di lokasi kejadian.

Rangkaian kejadian tersebut kini masih didalami kepolisian untuk mengungkap penyebab tawuran serta kondisi yang menyebabkan seorang pemuda mengalami luka diduga akibat tembakan. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (27/09/2026), kepolisian meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat.

“Masyarakat diharapkan percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *