Banjir Bandang Samosir Tutup Akses Jalan, Warga Mengungsi Sementara

Warga terdampak banjir bandang di Dusun I Sitobu, Samosir, memilih sementara waktu tinggal di rumah keluarga karena masih mengantisipasi banjir dan longsor susulan.

SUMATERA UTARA – Warga yang rumahnya terdampak banjir bandang di Dusun I Sitobu, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir (Samosir), Sumatera Utara (Sumut), memilih tidak kembali ke rumah untuk sementara waktu. Keputusan itu diambil sebagai langkah antisipasi menyusul ancaman banjir dan longsor susulan setelah hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai pada Sabtu (26/09/2026).

Kapolres Samosir Rina Sry Nirwana Tarigan mengatakan warga terdampak telah dievakuasi ke Kepolisian Sektor (Polsek) Simanindo. Setelah berkoordinasi, warga kemudian memilih beristirahat di rumah keluarga masing-masing karena kondisi di sekitar permukiman masih perlu diwaspadai.

“Dari hasil koordinasi, seluruh warga yang rumahnya terdampak memilih untuk tidak kembali ke rumah masing-masing untuk sementara waktu. Mereka selanjutnya beristirahat di rumah keluarga masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir maupun longsor susulan,” katanya kepada wartawan, Minggu (27/09/2026).

Banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Dusun I Sitobu tertutup material tanah dan lumpur. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak yang masih ditangani setelah material dari kawasan perbukitan terbawa arus hingga memasuki permukiman.

Rina menyebut pendataan sementara menunjukkan tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

“Tiga rumah yang terdampak masing-masing dihuni oleh Lasmaria Sidauruk (57), bersama dua orang lainnya, Saurma Manik (61) bersama tujuh orang lainnya, serta Nurmasta (59) yang tinggal bersama Peter Curson (80). Keduanya merupakan warga negara asing (WNA),” sebutnya.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu (27/09/2026), banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran sungai meluap. Material tanah dan lumpur dari kawasan perbukitan di sekitar Desa Garoga kemudian terbawa arus menuju kawasan permukiman.

“Banjir bandang membawa material tanah dan lumpur dari kawasan perbukitan di sekitar Desa Garoga kemudian terbawa arus dan masuk ke permukiman warga,” ujar Rina.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan menjadi perhatian setelah kejadian. Warga diminta memastikan keselamatan masing-masing dan tetap mengikuti perkembangan situasi di sekitar tempat tinggal sebelum memutuskan kembali ke rumah.

Aparat juga terus memantau kondisi warga dan lingkungan terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan banjir maupun longsor susulan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah warga kembali ke lokasi sebelum situasi dinilai aman. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *