Patroli Malam Ungkap 14 Remaja Konsumsi Minuman Oplosan

Sebanyak 14 remaja kedapatan mengonsumsi minuman oplosan saat patroli malam di Jalan NPK Pelangi, Bontang, dan kini identitas mereka telah dicatat sebagai dasar pemantauan serta penindakan lanjutan.

BONTANG – Patroli malam di Jalan NPK Pelangi, Kelurahan Loktuan, Bontang, mengungkap aktivitas 14 remaja yang tengah mengonsumsi minuman oplosan pada Minggu (27/09/2026) sekitar pukul 01.00 Wita. Selain memberikan pembinaan, petugas mendata identitas para remaja dan orang tua mereka sebagai dasar pemantauan serta kemungkinan penindakan lebih tegas jika kejadian serupa kembali ditemukan.

Temuan itu berlangsung ketika Bhabinkamtibmas Loktuan bersama pihak kelurahan melakukan patroli di kawasan yang sebelumnya beberapa kali mendapat aduan warga. Jalan NPK Pelangi disebut kerap menjadi tempat berkumpul anak muda hingga dini hari dan diduga digunakan untuk aktivitas balap liar.

Bhabinkamtibmas Loktuan Bambang Sumantri mengatakan petugas menemukan dua jenis campuran minuman yang dikonsumsi para remaja. Salah satunya disebut Alkohol Doang (Aldo), sedangkan lainnya merupakan campuran obat batuk cair dengan minuman berenergi yang dikenal dengan sebutan “koteng”.

“Total ada 14 remaja. Rata-rata usianya sekitar 18 tahun. Ada yang masih SMK, ada juga yang sudah tidak sekolah,” ujarnya saat dihubungi.

Dari pendataan petugas, seluruh remaja yang ditemukan bukan merupakan warga Loktuan. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Desa Martadinata, Simpang Sangatta, Kandolo, Suka Rahmat, hingga Kelurahan Kanaan.

Alih-alih langsung membawa para remaja tersebut ke proses lebih lanjut, petugas memberikan pembinaan dan peringatan agar mereka tidak kembali melakukan aktivitas serupa. Langkah tersebut disertai pencatatan identitas masing-masing remaja dan data orang tua.

Pendataan menjadi bagian dari pemantauan petugas terhadap potensi pengulangan kejadian. Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi para remaja apabila kembali ditemukan berkumpul dan mengonsumsi minuman oplosan di kawasan yang sama.

Bambang menegaskan patroli di Jalan NPK Pelangi akan terus dilakukan. Menurutnya, keberadaan data identitas para remaja membuat petugas memiliki dasar untuk mengambil langkah lanjutan apabila aktivitas serupa kembali ditemukan.

“Kalau ketemu seperti itu lagi, data sudah ada. Jadi kita sudah bisa langsung melakukan tindakan tegas lagi,” pungkasnya.

Patroli berkelanjutan di kawasan tersebut diharapkan dapat mencegah Jalan NPK Pelangi kembali menjadi lokasi berkumpulnya remaja hingga dini hari sekaligus merespons keluhan masyarakat terkait aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, sebagaimana diberitakan Bontangpost, Minggu (27/09/2026). []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *