Proses pembinaan selama sekitar satu tahun mengantarkan Nabil Jazil Fauzi dan Raisya Nur Afifah meraih prestasi dalam Grand Final Duta Genre Provinsi Kalimantan Selatan 2026.
BANJARMASIN – Prestasi dua wakil Kabupaten Kotabaru dalam Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) Provinsi Kalimantan Selatan 2026 menjadi hasil dari proses pembinaan yang berlangsung selama sekitar satu tahun. Muhammad Nabil Jazil Fauzi berhasil meraih Juara 3 Duta Genre Provinsi Kalimantan Selatan 2026, sedangkan Raisya Nur Afifah menyabet penghargaan Duta Sosial Media.
Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Kalimantan Selatan 2026 berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (27/09/2026). Ajang tersebut diikuti 26 finalis yang terdiri atas 13 laki-laki dan 13 perempuan dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kotabaru, capaian tersebut tidak hanya menjadi hasil akhir kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan remaja agar mampu menjadi sumber informasi dan penggerak kegiatan positif di lingkungannya. Hal itu sejalan dengan tema kegiatan, “Concellation Youth Collaboration in Impactful Creation”, yang menekankan kolaborasi generasi muda melalui kreativitas dan aksi nyata.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kotabaru Arya Nor Abdi mengatakan, Nabil dan Raisya telah dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat provinsi sejak tahun sebelumnya.
“Finalis dari Kotabaru yang hari ini mengikuti kompetisi tingkat provinsi merupakan peserta yang sudah kita persiapkan sejak tahun sebelumnya. Kita memiliki waktu satu tahun untuk membimbing dan mendampingi mereka,” jelasnya.
Menurut Arya, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat provinsi akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pola pembinaan Duta Genre Kotabaru pada tahun berikutnya.
Nabil sendiri harus melewati beberapa tahapan sebelum memastikan posisi sebagai Juara 3. Setelah masuk Top 5, ia kembali lolos ke Top 3 hingga akhirnya memperoleh posisi tersebut. Capaian itu sekaligus menjadi pengalaman bagi Nabil untuk membawa isu remaja Kotabaru ke tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, saya merasa senang karena bisa mengangkat nama Kotabaru ke tingkat provinsi hingga meraih juara tiga. Tentunya saya merasa bangga dan senang bisa sampai di titik ini,” ujar Nabil.
Ia menilai Duta Genre tidak semata-mata menjadi ruang kompetisi, tetapi juga tempat remaja mengembangkan kemampuan diri, membangun jejaring, serta memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Remaja di Kotabaru sebenarnya memiliki potensi yang sama. Genre menjadi tempat untuk bertumbuh, berkembang dan berkolaborasi. Di Genre juga diajarkan bagaimana meningkatkan kepercayaan diri serta memilah informasi agar yang kita terima benar-benar fakta, bukan sekadar mitos yang tersebar di media sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, capaian Raisya sebagai Duta Sosial Media memperkuat keterlibatan wakil Kotabaru dalam pemanfaatan ruang digital untuk menjangkau kalangan remaja. Ia berharap keberadaan Duta Genre dapat terus memberikan manfaat di luar rangkaian kompetisi.
“Semoga program-program ke depan bisa semakin berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Raisya.
Kepala DP3APPKB Kotabaru Nurviza yang hadir mewakili Bupati Kotabaru Muhammad Rusli mengapresiasi capaian kedua finalis tersebut. Menurutnya, program Genre memiliki peran dalam memberikan pengetahuan kepada remaja mengenai sejumlah persoalan, termasuk pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, stunting, serta isu kependudukan dan keluarga berencana. Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan dalam laporan kegiatan, Minggu (27/09/2026).
“Alhamdulillah Kotabaru masuk lima besar finalis Duta Genre. Ini sangat bermanfaat bagi para remaja, terutama dalam memberikan pengetahuan tentang pencegahan pernikahan dini, narkoba, stunting dan berbagai program kependudukan dan keluarga berencana,” ujarnya.
Nurviza berharap pencapaian tersebut tidak berhenti pada hasil kompetisi. Pembinaan, menurut dia, perlu dilanjutkan melalui penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang telah dibentuk di sekolah maupun kelompok remaja.
“Kita berharap setiap remaja yang mempunyai permasalahan dapat berkomunikasi dan berkonsultasi melalui PIK-R yang sudah kita bentuk di sekolah-sekolah maupun kelompok remaja,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana DP3APPKB Kotabaru Suhartati juga menilai capaian Nabil dan Raisya menjadi bagian dari pekerjaan pembinaan yang masih harus dilanjutkan.
“Apresiasi sekali untuk adik Nabil dan adik Raisya yang sudah sampai ke tingkat provinsi. PR kami adalah mendampingi adik-adik Genre 2026. Semoga ke depannya bisa sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.
Grand Final tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kalsel, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalsel, serta Bank Indonesia Kalsel.
Dukungan terhadap dua finalis juga datang dari jajaran DP3APPKB Kotabaru, mulai dari sekretaris dinas, staf, pendamping, hingga pendukung finalis. Dengan capaian tersebut, pembinaan Duta Genre Kotabaru selanjutnya diarahkan tidak hanya untuk menghadapi kompetisi, tetapi juga memperkuat kontribusi remaja dalam edukasi, kreativitas, kolaborasi, dan kegiatan positif di tengah masyarakat. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan