Walikota Ham Festival 2026 tetap digelar di tengah kabut asap karhutla dengan mempertemukan delapan Orlok dalam kompetisi yang menguji keterampilan komunikasi dan kesiapsiagaan.
BANJARMASIN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memengaruhi pelaksanaan Walikota Ham Festival 2026 di Banjarmasin. Meski jumlah peserta menurun dibandingkan tahun sebelumnya, delapan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal tetap ambil bagian dalam ajang yang menguji keterampilan komunikasi, ketelitian, kecepatan, kerja sama, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat tersebut.
Walikota Ham Festival 2026 digelar di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Minggu (27/09/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Kompetisi tahun ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Fixed Fox Hunting, Walking Fox Hunting, dan Set Up Emergency.
Ketua Panitia Pelaksana Walikota Ham Festival 2026 Husin Luthfie mengatakan peserta berasal dari delapan ORARI Lokal (Orlok), yaitu Orlok Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Tapin, Tanah Bumbu, Barito Kuala (Batola), serta Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Namun, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi salah satu faktor yang membuat jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Dibanding tahun lalu peserta lebih sedikit. Salah satunya karena adanya kabut asap akibat karhutla di Kalimantan,” ungkap Husin.
Meski menghadapi kondisi tersebut, pelaksanaan festival tetap memberikan ruang bagi pegiat radio amatir untuk menguji kemampuan mereka melalui perlombaan yang tidak hanya mengandalkan penguasaan perangkat komunikasi. Peserta juga dituntut mampu menemukan sasaran, bergerak cepat, bekerja dalam tim, dan melakukan pengaturan komunikasi dalam situasi yang menyerupai kondisi darurat.
Karakter perlombaan itu sekaligus memperlihatkan fungsi keterampilan radio amatir yang tidak berhenti pada aktivitas kompetisi. Pertukaran pengalaman antarpenggiat menjadi bagian lain dari kegiatan yang mempertemukan peserta dari sejumlah daerah.
ORARI Lokal Banjarmasin akhirnya keluar sebagai juara umum Walikota Ham Festival 2026. Penghargaan diserahkan Wakil Ketua ORARI Daerah Kalimantan Selatan (ODKS) M. Yunus kepada Ketua ORARI Lokal Banjarmasin Mahyuddin yang akrab disapa Bang Martin.
Mahyuddin mengapresiasi seluruh peserta yang tetap berpartisipasi dan membantu menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai festival menjadi kesempatan untuk mempertajam kemampuan teknis sekaligus memperluas hubungan antarpegiat radio amatir.
“Selain sebagai ajang mengasah keterampilan keamatiran, kegiatan ini juga menjadi wadah berkumpulnya para amatir untuk saling berbagi pengalaman dan menjalin silaturahmi,” pungkasnya.
Husin berharap festival tersebut dapat dipertahankan sebagai agenda tahunan dengan jumlah peserta yang semakin meningkat. Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan dalam laporan kegiatan, Minggu (27/09/2026).
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan tahun depan pesertanya lebih ramai lagi,” harapnya.
Keberlanjutan festival diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah peserta, tetapi juga memperkuat kemampuan teknis, jejaring komunikasi, dan kesiapan pegiat radio amatir dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan dukungan komunikasi. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan