Kelompok Tani Semangat Gotong Royong menanam jagung hibrida di lahan satu hektare dengan pendampingan penyuluh dan Bhabinkamtibmas sebagai langkah awal mengoptimalkan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
LANDAK – Lahan seluas sekitar satu hektare di Dusun Adong Dua, Desa Pawis Hilir, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak (Landak), mulai ditanami jagung hibrida F1 Super jenis Simetal BISI 321 sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus mengukur hasil budidaya melalui pendampingan petani. Penanaman dilakukan Kelompok Tani Semangat Gotong Royong bersama penyuluh pertanian dan aparat kepolisian, Selasa (29/09/2026).
Lahan tersebut merupakan milik Ketua Kelompok Tani Semangat Gotong Royong, Ango. Sebanyak enam anggota kelompok ikut melakukan penanaman dengan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pawis Hilir dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Pawis Hilir.
Pemilihan varietas jagung hibrida tersebut diharapkan dapat menghasilkan produktivitas yang optimal. Namun, hasil sebenarnya baru dapat diketahui setelah tanaman memasuki masa panen sehingga pertumbuhan dan hasil produksi lahan tersebut akan menjadi salah satu indikator keberhasilan budidaya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pawis Hilir Selfina Netty mengatakan keberhasilan budidaya tidak hanya bergantung pada varietas yang ditanam, tetapi juga konsistensi petani dalam mengelola lahan.
“Kami berharap tanaman jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal. Semangat kelompok tani untuk terus mengelola lahan harus tetap dipertahankan sehingga pertanian di Desa Pawis Hilir dapat semakin berkembang,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Selasa, (29/09/2026), Selfina menilai pendampingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian. Kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pihak terkait diperlukan agar pengelolaan lahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pendampingan juga melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Pawis Hilir A.A. Yandra yang ikut berada di lokasi penanaman. Keterlibatan aparat kepolisian diarahkan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung kegiatan pertanian di wilayah binaan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ngabang Rinto mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
“Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Selain itu, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian,” katanya.
Menurut Rinto, keberlanjutan pertanian membutuhkan sinergi antara kelompok tani, penyuluh, dan pihak terkait. Peningkatan produktivitas diharapkan tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani.
“Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat semakin optimal dan memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan