Menurut laporan wartawan, bentrokan terjadi ketika polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa, sementara para demonstran merespons dengan melempar bom molotov. Situasi semakin kacau ketika demonstran membakar sebuah mobil milik stasiun televisi, namun api tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Meski belum ada laporan mengenai korban jiwa, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka dan paramedis terlihat sibuk memberikan pertolongan di lokasi kejadian.
Demonstrasi ini dipicu oleh penolakan warga terhadap reformasi pemerintahan dan ekonomi yang diusulkan oleh Presiden Argentina, Javier Milei. Rancangan undang-undang (RUU) yang kontroversial ini telah disetujui oleh parlemen Argentina dan menetapkan status darurat publik terkait masalah administrasi, ekonomi, keuangan, dan energi selama satu tahun. Selain itu, RUU tersebut juga memberikan kekuasaan legislatif di bidang-bidang tersebut kepada presiden tanpa perlu persetujuan dari Kongres.
Para pengunjuk rasa menilai bahwa reformasi ini akan memperburuk kondisi ekonomi dan mempersempit ruang demokrasi di Argentina. Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan RUU tersebut dan mencari solusi yang lebih adil bagi seluruh rakyat Argentina. []
Redaksi08