ABU DHABI – Serangan drone atau pesawat tak berawak menghantam ladang minyak Shah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Selasa (17/03/2026), memicu kebakaran di salah satu fasilitas energi utama negara tersebut dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Teluk, seiring berlanjutnya serangan drone dan rudal oleh Iran di sejumlah wilayah strategis. Otoritas setempat menyatakan masih melakukan penanganan intensif terhadap kebakaran yang terjadi di lokasi.
“Pihak berwenang mengatakan ladang minyak utama di Uni Emirat Arab kebakaran diserang drone,” sebagaimana dilansir AFP, Selasa, (17/03/2026).
Hingga saat ini, pihak berwenang belum membeberkan ada tidaknya korban dalam peristiwa tersebut. Proses pemadaman dan pengamanan lokasi masih berlangsung untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran.
Ladang minyak Shah yang terletak sekitar 230 kilometer di selatan Abu Dhabi merupakan salah satu fasilitas produksi penting milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sekitar 70.000 barel minyak mentah per hari.
Serangan terhadap infrastruktur energi ini dinilai dapat berdampak pada rantai pasok minyak global, mengingat posisi strategis UEA sebagai salah satu produsen minyak utama di dunia.
Selain itu, insiden ini juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas militer Iran di kawasan Teluk, yang sebelumnya dilaporkan melanjutkan serangan drone dan rudal di sejumlah titik.
Situasi di lokasi masih terus dipantau oleh otoritas setempat, sementara investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti serangan serta pihak yang bertanggung jawab. Kejadian ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi global. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan