Air Datang Saat Warga Terlelap, Bontang Kembali Terendam

BONTANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang sejak Rabu (07/01/2026) malam hingga Kamis (08/01/2026) dini hari memicu banjir di sejumlah kawasan padat penduduk. Air datang saat sebagian warga terlelap, memaksa mereka berjibaku menyelamatkan barang berharga dari genangan yang terus meninggi.

Empat kelurahan terdampak, yakni Gunung Telihan, Gunung Elai, Api-Api, dan Guntung. Genangan terparah terjadi di wilayah cekungan, dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter di beberapa titik.

Lurah Gunung Telihan, Mochammad Cholid Hanafi, mengatakan banjir kali ini berdampak pada ratusan warga di wilayahnya. “Ada sekitar 150 kepala keluarga yang terdampak, tersebar di empat RT,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (08/01/2026).

Menurut Cholid, kondisi geografis wilayah menjadi faktor utama banjir sulit dihindari setiap hujan dengan intensitas tinggi. “Wilayah ini memang cekungan, jadi air hujan tertahan dan cepat meluap ke permukiman,” katanya.

Ia menambahkan, pihak kelurahan telah mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya pascabanjir. “Kami minta warga memperhatikan instalasi listrik dan waspada terhadap hewan liar seperti ular yang terbawa genangan,” ucapnya.

Sementara itu, di Kelurahan Gunung Elai, genangan air kembali merendam RT 43. Lurah Gunung Elai, Sulistyo, menyebut masalah drainase masih menjadi pekerjaan rumah. “Saluran pembuangan di lokasi itu belum maksimal, sehingga air mudah meluap,” ungkapnya.

Banjir juga melanda Kelurahan Guntung akibat luapan DAS Guntung. Lurah Guntung, Denny Febrian, mengatakan genangan menyebar di enam RT. “Yang paling tinggi di Jalan Tari Enggang, tepat di depan Posyandu Sehat Etam, sementara titik lain hanya genangan,” jelasnya.

Di Kelurahan Api-Api, banjir mulai terasa sejak tengah malam. Seorang warga, Bibit, mengaku air naik dengan cepat. “Sekitar pukul 00.00 WITA air sudah meluap dan masuk ke lingkungan rumah,” tuturnya.

Warga berharap penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara. “Kalau bisa ada solusi permanen, supaya setiap hujan deras kami tidak selalu waswas,” tambah Bibit.

Hingga Kamis pagi, sebagian genangan mulai surut. Namun, warga masih siaga mengantisipasi hujan susulan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com