Warga Bontang tetap melaksanakan tradisi ziarah kubur Idulfitri meski area pemakaman tergenang banjir rob.
BONTANG – Tradisi ziarah kubur usai Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bontang Kuala berlangsung di tengah genangan banjir rob, namun tidak menyurutkan langkah warga untuk tetap mendoakan keluarga yang telah wafat, Sabtu (21/03/2026).
Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, air laut pasang mulai menggenangi kawasan pemakaman. Genangan tampak merata di sejumlah titik, memaksa para peziarah menyingsingkan celana dan berjalan di tengah air.
Meski kondisi tersebut tidak biasa bagi sebagian orang, warga tetap memadati area pemakaman sebagai bagian dari tradisi tahunan pasca-Idulfitri.
Salah seorang peziarah, Sri, mengaku telah terbiasa dengan kondisi tersebut saat mengunjungi makam suaminya. “Kalau tinggi banjir rob pasti masuk air,” ujarnya, sebagaimana dilansir BontangPost, Sabtu (21/03/2026).
Ia menambahkan, fenomena banjir rob yang menggenangi area pemakaman kerap terjadi setiap tahun saat pasang laut tinggi. “Mau tidak mau, keadaannya sudah begini, tetap ziarah,” katanya.
Berdasarkan prakiraan pasang surut, banjir rob memang diprediksi terjadi bertepatan dengan perayaan Idulfitri tahun ini, dengan ketinggian air mencapai sekitar 2,3 meter di wilayah pesisir.
Kondisi ini menunjukkan tingginya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi ziarah kubur sebagai bagian dari nilai spiritual dan budaya, meskipun harus menghadapi tantangan alam di kawasan pesisir.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terkait kerentanan wilayah pesisir terhadap banjir rob yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pada momen penting keagamaan. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan