Air Masuk Permukiman, Warga Sebuku Mulai Waspada

NUNUKAN – Ancaman banjir kembali menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan terus melakukan pemantauan intensif menyusul meningkatnya debit air di beberapa kecamatan akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan laporan Pos BPBD Sebuku, kondisi Sungai Sebuku mengalami kenaikan debit air pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 08.48 WITA. Bahkan, luapan sungai telah memasuki kawasan permukiman warga di Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku.

Kasubid Evakuasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, menyebutkan bahwa hujan deras menjadi faktor utama naiknya permukaan air sungai di wilayah tersebut. “Curah hujan cukup tinggi sehingga debit Sungai Sebuku meningkat. Air sudah masuk ke permukiman warga, meski untuk sementara aktivitas masyarakat masih berlangsung normal,” ujar Hasanuddin saat dikonfirmasi, Selasa (06/01/2026).

Selain Kecamatan Sebuku, banjir juga melanda wilayah Kecamatan Sembakung Atulai. Sejumlah desa terdampak, di antaranya Desa Liuk Bulu dan Desa Binanun, dengan ketinggian air dilaporkan berkisar antara 1,5 meter hingga 2 meter. Meski demikian, kondisi air disebut mulai berangsur surut sejak pagi hari.

Hasanuddin mengungkapkan bahwa dampak banjir di wilayah tersebut cukup signifikan. Sekitar 300 unit rumah warga terdampak, sementara akses jalan desa masih terendam sehingga mengganggu mobilitas warga. “Jalan desa masih tergenang dan aktivitas transportasi terganggu. Untuk sementara, warga menggunakan perahu sebagai sarana transportasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini BPBD masih berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pendataan jumlah kepala keluarga dan jiwa yang terdampak banjir.

Sementara itu, hasil pemantauan Pos BPBD di Kecamatan Lumbis menunjukkan kondisi relatif lebih stabil. Tinggi muka air (TMA) di titik pantau Jembatan Sungai Sembakung sebelumnya berada di level 9,5 meter, namun terpantau surut menjadi 9 meter, sehingga aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa.

Namun kondisi berbeda terpantau di wilayah Kecamatan Sembakung. Di daerah ini, tinggi muka air justru mengalami kenaikan. “Permukaan air di Kecamatan Sembakung naik sekitar 18 sentimeter, dari sebelumnya 4,17 meter menjadi 4,35 meter. Padahal, batas normal berada di kisaran 3 meter,” ungkap Hasanuddin.

BPBD Nunukan mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir agar tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dan memicu kenaikan debit air lanjutan. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com