Gambar ilustrasi

Air Setinggi Lutut, Pasien Terapi di Pemurus Dalam Dievakuasi Relawan

BANJARMASIN – Banjir yang merendam kawasan Jalan Setia, Kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap layanan kesehatan alternatif yang biasa dimanfaatkan masyarakat. Pada Sabtu pagi (27/12/2025), sejumlah pasien yang hendak menjalani terapi pijat terpaksa dievakuasi menggunakan tandu akibat ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi ini memaksa relawan emergency turun tangan membantu mobilitas warga, terutama pasien yang mengalami keterbatasan fisik. Mayoritas warga yang datang ke lokasi tersebut merupakan pasien terapi dengan keluhan pada kaki, tulang, dan sendi, sehingga sangat berisiko apabila harus berjalan sendiri di tengah genangan air.

Pantauan di lapangan menunjukkan, genangan air yang cukup dalam membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas hingga ke titik lokasi terapi. Untuk menghindari kerusakan kendaraan dan memastikan keselamatan pasien, relawan memilih menggunakan tandu sebagai solusi sementara.

Salah satu relawan emergency, Suli, menjelaskan bahwa situasi banjir memaksa pihaknya mengubah pola pelayanan. Menurut dia, sebelum banjir, pasien masih bisa diantar hingga ke lokasi terapi menggunakan kendaraan. Namun, kondisi sekarang tidak memungkinkan.

“Kalau air sudah setinggi ini, kendaraan tidak bisa masuk. Demi keamanan pasien dan juga unit, kami memilih menggendong dengan tandu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Suli di sela proses evakuasi.

Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati mengingat sebagian pasien mengalami cedera lama, patah tulang, atau kesulitan berjalan. Relawan harus memastikan posisi pasien tetap stabil selama perjalanan melewati genangan air.

Tempat terapi pijat tersebut diketahui menjadi rujukan warga sekitar dan dari luar kelurahan. Dalam kondisi normal, puluhan pasien datang setiap hari untuk mendapatkan layanan pijat terapi tradisional. Namun, banjir membuat aktivitas tersebut berjalan terbatas dan bergantung sepenuhnya pada bantuan relawan.

Sejumlah pasien mengaku tetap datang meski banjir belum surut karena terapi sudah dijadwalkan dan bersifat berkelanjutan. Mereka berharap air segera surut agar aktivitas pelayanan kesehatan alternatif dapat kembali normal tanpa harus melalui proses evakuasi darurat.

Banjir yang melanda kawasan ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan dukungan relawan dalam situasi darurat. Di tengah keterbatasan, upaya kemanusiaan tetap berjalan demi memastikan warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak terabaikan. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com