Gambar ilustrasi jembatan bailey Mapula-Panaan

Akses Penghubung Dua Kampung di Kelay Pulih Lewat Jembatan Bailey

BERAU – Aktivitas masyarakat di Kampung Mapulu dan Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, mulai menunjukkan geliat positif setelah akses penghubung utama antarwilayah kembali tersedia. Jembatan darurat jenis Bailey yang dibangun sebagai solusi sementara pascabanjir kini telah difungsikan dan dapat digunakan oleh warga.

Terputusnya jembatan utama akibat banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun lalu sempat memutus jalur transportasi dan menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi bahan kebutuhan pokok hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan. Namun, kondisi tersebut perlahan teratasi setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau menyelesaikan pemasangan jembatan darurat.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa jembatan Bailey tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua sejak beberapa hari terakhir. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mengurangi kesulitan warga yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh.

“Untuk tahap awal, kami membuka akses bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Secara bertahap, setelah penguatan struktur selesai, jembatan ini juga akan difungsikan bagi kendaraan roda empat,” kata Junaidi saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pengerjaan lantai jembatan telah rampung sehingga jalur utama sudah dapat dilalui dengan aman. Meski demikian, tim teknis di lapangan masih melakukan sejumlah pekerjaan lanjutan, termasuk penguatan struktur dan penyempurnaan oprit jembatan agar mampu menahan beban yang lebih besar.

Dalam pembangunan kali ini, DPUPR Berau juga melakukan penyesuaian desain. Bentang jembatan dibuat lebih panjang dan posisinya dinaikkan sekitar dua meter dibandingkan jembatan sebelumnya. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi banjir serupa di masa mendatang.

Menurut Junaidi, proses pembangunan tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Curah hujan tinggi sempat meningkatkan debit dan arus sungai, sehingga menghambat pekerjaan penimbunan di sekitar jembatan.

“Kami memahami betul betapa vitalnya jembatan ini bagi masyarakat. Karena itu, pekerjaan kami kebut, namun tetap memperhatikan faktor keselamatan,” ujarnya.

DPUPR Berau mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas, mengingat aktivitas pengerjaan masih berlangsung. Pemerintah daerah menargetkan akses bagi kendaraan roda empat dapat dibuka dalam waktu sekitar dua pekan ke depan, seiring selesainya seluruh tahapan pekerjaan. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com