Aksi Brutal Geng Remaja di Gresik Terbongkar, Tujuh Pelaku Diamankan

JAWA TIMUR — Aparat kepolisian dari Unit Reserse Mobile (Resmob) Polres Gresik mengungkap aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja yang menamakan diri sebagai geng “Sparta”. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam berbagai aksi pengeroyokan di wilayah Kecamatan Manyar.

Ketujuh pelaku yang telah ditangkap masing-masing berinisial FKH (22), CH (20), MFA (17), MDN (17), DV (17), serta dua remaja lain berinisial HM dan DA yang masih berusia 16 tahun. Sebagian besar dari mereka diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Manyar.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaja menjelaskan bahwa para pelaku merupakan bagian dari kelompok remaja yang menamakan diri mereka geng “Sparta”. Kelompok ini diduga kerap melakukan aksi kekerasan secara berkelompok di beberapa lokasi.

“Para pelaku ini tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Sparta. Mereka melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap korban di beberapa titik di wilayah Manyar,” ujar Arya kepada wartawan, Jumat (06/03/2026).

Salah satu insiden pengeroyokan terjadi di kawasan pintu masuk GKB Utara, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar. Peristiwa itu bermula ketika korban IAM (18) bersama rekannya melintas menggunakan sepeda motor setelah mengantar seorang teman pulang.

Menurut Arya, ketika korban melintas di lokasi tersebut, tiba-tiba salah satu anggota kelompok menendang sepeda motor korban hingga kehilangan kendali.

“Sepeda motor korban ditendang oleh salah satu pelaku sehingga oleng dan akhirnya menabrak taman di bundaran,” jelasnya.

Setelah korban terjatuh, sejumlah pelaku langsung menghampiri dan melakukan pengeroyokan. Korban mengaku dipukul dan ditendang oleh beberapa orang, bahkan ada yang melempar batu ke arah dirinya.

“Berdasarkan keterangan korban, ada sekitar sepuluh orang yang terlibat. Mereka memukul, menendang, bahkan melempari korban dengan batu,” kata Arya.

Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan menambahkan, kelompok tersebut diduga melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi lain di wilayah Kecamatan Manyar.

“Mereka berkeliling mencari sasaran secara acak. Ketika menemukan target, biasanya diawali dengan intimidasi lalu berujung pada pengeroyokan,” terang Andi.

Ia menyebutkan, sebelum melakukan penganiayaan para pelaku kerap memancing konflik dengan berbagai cara.

“Modus yang mereka lakukan biasanya dengan mengajak korban berduel, melontarkan kata-kata provokatif, atau melempar batu lebih dulu,” tambahnya. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com