MARTAPURA — Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video penggerebekan sepasang muda-mudi yang diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di dalam toilet sebuah mushola di kawasan Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat sore, 2 Januari 2026, dan langsung memantik reaksi keras dari warga sekitar.
Dalam rekaman video yang viral, tampak sejumlah warga mendatangi area mushola atau langgar tersebut. Beberapa orang kemudian memaksa dua sejoli keluar dari toilet setelah diduga melakukan tindakan yang dinilai melanggar norma dan kesucian tempat ibadah.
Begitu keluar, pasangan tersebut menjadi pusat perhatian warga. Keduanya langsung dimintai keterangan di lokasi terkait identitas dan asal-usul mereka. Suasana sempat memanas, namun masih dapat dikendalikan sehingga tidak berujung pada tindakan anarkis.
Berdasarkan hasil klarifikasi warga, perempuan yang terlibat diketahui masih berusia 17 tahun dan merupakan warga Kecamatan Karang Intan, sedangkan pria berusia 20 tahun berasal dari Kabupaten Banjar.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa persoalan tersebut akhirnya diselesaikan melalui musyawarah bersama.
“Informasi yang kami terima, kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum. Warga sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan dan pasangan itu kemudian dinikahkan,” ujarnya Sabtu, (03/01/2026).
Keputusan tersebut disebut diambil untuk mencegah konflik berkepanjangan sekaligus menjaga ketertiban sosial dan norma keagamaan di lingkungan sekitar mushola.
Namun, penyelesaian itu justru memicu perdebatan di ruang publik. Di media sosial, sejumlah warganet meluapkan kemarahan karena dugaan perbuatan dilakukan di kawasan tempat ibadah. Tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan menikahkan pasangan tersebut.
“Ironis, ada yang harus menabung bertahun-tahun untuk menikah, sementara ini justru berujung dinikahkan begitu saja,” tulis seorang pengguna media sosial bernama Rifai dalam kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Warga berharap kejadian ini menjadi peringatan bersama agar tempat ibadah tetap dijaga kesuciannya dan tidak disalahgunakan dari fungsi semestinya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan