NEW YORK – Zohran Mamdani resmi mengemban jabatan sebagai Wali Kota ke-112 Kota New York, Amerika Serikat. Ia tidak hanya menjadi pemimpin kota terbesar di AS, tapi juga menorehkan sejarah sebagai muslim pertama yang dilantik di posisi tersebut.
Pelantikan terjadi pada Kamis dini hari waktu setempat di stasiun kereta bawah tanah tua di Manhattan, tepat setelah tengah malam. Mamdani menempatkan tangannya di atas Al-Quran saat mengucapkan sumpah jabatannya, menegaskan identitas dan nilai keberagamannya.
“Ini momen yang sungguh luar biasa, sebuah kehormatan yang akan saya bawa seumur hidup,” ungkap Mamdani setelah pelantikan, menekankan tekadnya untuk membawa perubahan nyata di New York.
Mamdani, mantan anggota dewan negara bagian dari Queens, mengejutkan dunia politik dengan kemenangannya dalam pemilihan pendahuluan Demokrat musim panas lalu. Fokus kampanyenya pada isu keterjangkauan hidup menarik perhatian banyak warga: ia berjanji menghadirkan program penitipan anak universal, membekukan sewa bagi sekitar dua juta penyewa, dan mewujudkan bus kota yang cepat serta gratis.
Pelantikan Mamdani juga dibacakan oleh Jaksa Agung New York, Letitia James, yang disebutnya sebagai sosok panutan dan inspirasi dalam karier politiknya.
Pemilihan lokasi pelantikan pun sarat makna. Stasiun kereta bawah tanah Balai Kota, yang sudah tidak beroperasi sejak 1945, menjadi saksi sejarah baru. Dengan langit-langit berubin, jendela kaca berwarna, dan lampu gantung kuningan, stasiun ini menyimbolkan kekayaan warisan kota dan pentingnya transportasi publik.
“Tempat ini bukan sekadar bangunan tua. Ini bukti bahwa transportasi umum adalah nadi kehidupan, kesehatan, dan identitas Kota New York,” kata Mamdani, menyoroti nilai sejarah sekaligus aspirasi modernnya.
Dengan pelantikan ini, New York memasuki era baru kepemimpinan yang menegaskan keberagaman dan fokus pada kesejahteraan warga kota. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan