Gambar Ilustrasi

Ancaman Penyakit Mengintai, Puskesmas Atap Siaga 24 Jam

NUNUKAN – Banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Sembakung memaksa tenaga kesehatan Puskesmas Atap bekerja dalam kondisi darurat. Di tengah akses terputus dan fasilitas terendam, layanan kesehatan tetap dipastikan berjalan demi mencegah munculnya penyakit pascabanjir.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Atap, Muhammad Syukur, mengungkapkan bahwa genangan air telah menutup akses utama menuju gedung puskesmas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Meski demikian, pihaknya memilih tidak menghentikan pelayanan, melainkan memindahkan seluruh aktivitas medis ke lokasi yang lebih aman.

Menurut Syukur, langkah relokasi dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik, mengingat banjir berpotensi memicu berbagai penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga demam.

“Dalam situasi seperti ini, pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti. Risiko penyakit justru meningkat, sehingga kehadiran tenaga medis menjadi sangat krusial bagi masyarakat,” kata Syukur saat ditemui, Jumat (09/01/2025).

Selain membuka layanan kesehatan darurat, Puskesmas Atap juga terlibat aktif dalam penguatan posko evakuasi warga terdampak. Sejumlah tenaga kesehatan dikerahkan secara bergiliran untuk berjaga selama 24 jam, guna memantau kondisi pengungsi dan memberikan penanganan medis cepat bila diperlukan.

Ia mengakui, banjir memaksa para tenaga kesehatan bekerja ekstra. Tidak hanya melayani pasien, mereka juga harus mengevakuasi obat-obatan serta alat kesehatan dari gedung puskesmas yang terendam ke posko kesehatan darurat.

“Kami bekerja dalam keterbatasan, tapi pelayanan tetap kami maksimalkan. Yang terpenting adalah obat-obatan dan alat kesehatan aman, sehingga layanan kepada warga bisa terus berjalan,” ujarnya.

Saat ini, pelayanan kesehatan dipusatkan di lokasi yang lebih tinggi dan relatif aman dari genangan air. Meski hanya menggunakan sekat atau partisi sederhana, petugas berupaya menciptakan ruang layanan yang layak agar masyarakat tetap merasa nyaman saat berobat.

Syukur pun mengimbau warga agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan, terutama jika mulai merasakan keluhan atau gejala penyakit. Ia meminta masyarakat segera mendatangi posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

“Prioritas kami sekarang adalah memastikan warga terdampak banjir tetap memiliki akses layanan kesehatan, tanpa harus mengambil risiko menembus genangan air,” tegasnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com