TARAKAN – Ancaman penyakit menular masih membayangi Kota Tarakan. Di tengah aktivitas masyarakat yang cenderung abai terhadap pola hidup sehat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan menyoroti dua penyakit yang kerap dianggap sepele, yakni Tuberkulosis (TBC) dan Flu Tipe A. Padahal, keduanya memiliki potensi penularan dan dampak serius jika tidak ditangani secara cepat dan masif.
Kebiasaan merokok serta minimnya penggunaan masker, terutama saat berkendara roda dua, dinilai menjadi faktor yang mendekatkan masyarakat pada risiko penularan kedua penyakit tersebut. Kondisi inilah yang mendorong Dinkes Tarakan meningkatkan pengawasan dan skrining kesehatan di berbagai fasilitas layanan kesehatan.
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengungkapkan bahwa hingga menjelang akhir tahun 2025, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 475 orang, dengan hasil 58 orang dinyatakan positif TBC. Temuan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dalam upaya pengendalian penyakit menular.
Menurut Devi, pencarian kasus TBC akan terus dilakukan secara aktif, terutama melalui puskesmas, guna menekan angka penularan sekaligus mendukung target nasional penanganan TBC.
“Kami masih terus melakukan pencarian. Salah satu caranya adalah ketika ditemukan adanya seorang pasien batuk di puskesmas maka kami meminta untuk dilakukan pemeriksaan TBC. Dari sini kita dapat mendeteksi beberapa masyarakat mengindap TBC. Tapi tidak semua yang batuk TBC yah, tidak semua yang batuk diperiksa mengidap TBC, ada juga yang cuma batuk biasa,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Ia menambahkan, perhatian pemerintah pusat terhadap TBC menuntut daerah untuk bergerak cepat dan masif dalam mendeteksi kasus sedini mungkin.
“Pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus pada TBC sehingga kami harus melakukan pemeriksaan secara masif untuk mengetahui perkembangan TBC di Tarakan. Kami berharap rendah sehingga akan lebih mudah ditanggani,” sambungnya.
Selain TBC, Dinkes Tarakan juga menaruh kewaspadaan tinggi terhadap Flu Tipe A, yang dikenal memiliki tingkat mutasi lebih tinggi dibanding flu biasa. Devi menjelaskan bahwa virus Flu Tipe A berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia, dengan berbagai subtipe seperti H1N1, H3N2, dan H5N1.
Beberapa subtipe tersebut tercatat pernah memicu wabah besar, termasuk Flu Babi pada 2009 dan Flu Burung yang menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.
“Kalau Flu Tipe A memiliki tingkat mutasi lebih tinggi dibanding flu biasa sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi seperti pneumonia dan dapat berkembang menjadi wabah jika penyebaran tidak terkendali. Perbedaannya dengan flu biasa terletak pada tingkat keparahan dan risiko epidemiknya. Flu Tipe A bisa berdampak lebih serius terutama pada kelompok rentan,” katanya.
Meski hingga kini kondisi Tarakan masih relatif aman, Devi menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur, terutama di tengah tren peningkatan kasus secara nasional.
“Sebenarnya Tarakan masih tergolong aman untuk virus Flu Tipe A, tapi jangan sampai lengah, kewaspadaan tetap harus dilakukan. Secara nasional, laporan surveilans menunjukkan kenaikan signifikan jumlah spesimen positif influenza, terutama subtipe H3N2, yang mulai mendominasi di beberapa daerah,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait peningkatan kasus Influenza A di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bahkan, beberapa laporan menyebut lonjakan kasus mencapai puluhan persen dalam periode tertentu.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta untuk lebih disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit menular. “Untuk mengantisipasi hal itu, kami mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan mulai dari vaksinasi flu tahunan, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, hingga menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Selain itu, pentingnya penerapan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, istirahat cukup, serta minum air putih minimal delapan gelas per hari untuk menjaga daya tahan tubuh,” urainya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan