Pemcam Sembakung Atulai menyelesaikan monitoring APBDes 2025 pada 16 Maret 2026 untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas desa.
NUNUKAN – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sembakung Atulai menuntaskan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025 di 10 desa, dengan penekanan pada penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, yang berakhir di Kantor Desa Lubok Buat, Senin (16/03/2026).
Kegiatan Monev tersebut dilaksanakan selama 10 hari kerja, mulai 3 hingga 16 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya pembinaan administrasi pemerintahan desa sekaligus memastikan pelaksanaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
Ketua Tim Monev APBDes Kecamatan Sembakung Atulai Nion menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pemerintah desa dalam memperbaiki tata kelola administrasi dan pelaksanaan pembangunan.
“ Tujuan Monev kami untuk mengevaluasi sekaligus pembinaan bagi 10 Desa di Kecamatan Sembakung Atulai dalam pengelolaan APBDes, baik administrasi dan pelaksanaan pembangunan fisik di desa,” ungkap Nion, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Senin, (16/03/2026).
Ia menegaskan bahwa pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan keuangan desa berlangsung tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Monitoring juga difokuskan pada kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran agar tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana desa.
“Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga sangat penting di lakukan agar tidak ada lagi teman-teman kepala Desa yang melakukan kesalahan dalam penganggaran. Semuanya harus sesuai ketentuan, transparan, dan akuntabel,” tegas Nion.
Dalam pelaksanaannya, tim Monev melakukan pemeriksaan dokumen administrasi, evaluasi kegiatan pembangunan fisik, serta memberikan arahan teknis kepada aparatur desa.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola keuangan secara profesional sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik.
Pemcam Sembakung Atulai menilai bahwa pengawasan berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan APBDes benar-benar dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah kecamatan berharap seluruh desa di wilayahnya dapat terus meningkatkan kinerja, memperkuat sistem administrasi, serta memaksimalkan penggunaan anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan warga. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan