KAPUAS – Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas. Kali ini, si jago merah melalap sejumlah rumah warga di Desa Pantai, Kecamatan Kapuas Barat, pada Senin (12/01/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengagetkan warga setempat karena api dengan cepat membesar dan membakar bangunan rumah yang mayoritas berbahan kayu.
Informasi awal mengenai kebakaran itu pertama kali beredar melalui grup relawan sekitar pukul 08.00 WIB. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh sejumlah pihak terkait, termasuk tim pemadam kebakaran dari Kuala Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, api tampak berkobar hebat disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. Warga terlihat panik dan berhamburan keluar rumah sambil berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dievakuasi.
“Api cepat sekali membesar karena rumah-rumah di sini banyak yang berbahan kayu,” ujar Rahman, salah seorang relawan yang berada di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, informasi sementara yang diterima dari lapangan menunjukkan jumlah rumah terdampak cukup signifikan. Menurutnya, api diduga menjalar dengan cepat karena jarak antarrumah yang berdekatan.
“Data awal yang kami terima, sekitar lima rumah dilaporkan terbakar. Namun pendataan masih terus dilakukan,” kata Rahman.
Menanggapi laporan tersebut, tim pemadam kebakaran gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, jarak yang cukup jauh dari pusat Kota Kuala Kapuas serta akses jalan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
“Petugas harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Itu menjadi salah satu kendala di lapangan,” ungkap seorang relawan lainnya.
Setelah berjibaku selama hampir satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.00 WIB. Meski api telah padam, petugas pemadam kebakaran tetap melakukan proses pembasahan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran ulang.
Pasca kebakaran, sejumlah rumah warga tampak rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing bangunan. Warga terdampak terlihat berusaha menyelamatkan sisa harta benda yang masih dapat digunakan di tengah kondisi pascakebakaran.
Untuk sementara, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Kami masih menunggu hasil pendataan resmi dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Rahman. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan