KUTAI KARTANEGARA — Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kutai Kartanegara periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Aula Serbaguna Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Tenggarong, Rabu (11/02/2026).
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan organisasi olahraga rekreasi, khususnya cabang olahraga memancing, di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus APRI Provinsi Kalimantan Timur, pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar, komunitas pemancing, serta perwakilan organisasi olahraga rekreasi lainnya. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru APRI Kukar dengan jumlah anggota awal kurang lebih 22 orang yang berasal dari berbagai komunitas pemancing di wilayah Kukar.
Ketua Dewan Pengurus APRI Kalimantan Timur, Hamdan Hasan, menyampaikan bahwa terbentuknya kepengurusan APRI di Kukar melengkapi struktur organisasi APRI di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Menurutnya, posisi Kukar sangat strategis karena memiliki potensi perairan yang luas, mulai dari sungai, danau, hingga kawasan pesisir.
“APRI berada di bawah naungan KORMI dan juga terhubung dengan organisasi internasional. Karena itu, tata kelola organisasi hingga aturan pertandingan mengacu pada standar nasional dan global,” jelas Hamdan.
Ia menambahkan, dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Kukar memiliki peluang besar menjadi tuan rumah kejuaraan memancing berskala kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Event tersebut dinilai mampu memberikan efek berganda bagi sektor olahraga, pariwisata, serta ekonomi daerah.

Sementara itu, Ketua KORMI Kutai Kartanegara, Lukman, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan kepengurusan baru APRI Kukar periode 2026–2031. Ia optimistis kepengurusan baru ini mampu menghadirkan program kerja yang konkret dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kami percaya kepengurusan APRI yang baru ini akan membawa semangat dan inovasi dalam mengembangkan olahraga memancing di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Dalam periode kepengurusan 2026–2031, APRI Kukar telah menyusun sejumlah program utama. Pertama, pengukuhan dan pendataan komunitas pemancing di seluruh Kukar agar lebih terorganisir dan memiliki basis data yang jelas. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan potensi atlet, komunitas, serta lokasi-lokasi strategis untuk kegiatan memancing.
Kedua, kolaborasi olahraga dan pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dispora guna mendorong olahraga memancing sebagai daya tarik sport tourism. APRI Kukar juga merencanakan pelaksanaan event seperti Fishing Game Casting Competition serta turnamen memancing tingkat kabupaten yang ditargetkan mulai bergulir pada 2026, dengan lokasi di sejumlah titik perairan potensial di Kukar.
Ketiga, program konservasi lingkungan melalui kegiatan “mancing sampah”, edukasi praktik pemancingan berkelanjutan, serta penanaman mangrove di kawasan pesisir. Program ini bertujuan menjaga ekosistem perairan sekaligus membangun kesadaran lingkungan di kalangan pemancing dan masyarakat.
Keempat, pemberdayaan nelayan melalui edukasi pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan serta penerapan praktik penangkapan yang ramah lingkungan. Selain itu, APRI Kukar akan bersinergi dengan KORMI dalam meningkatkan prestasi olahraga rekreasi memancing, termasuk pembinaan atlet yang berpotensi mengikuti kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
Dari sisi pendanaan, kegiatan APRI Kukar bersumber dari dukungan Pemerintah Daerah (Pemda), program KORMI Kukar untuk kegiatan rekreasi maupun prestasi, swadaya dan dana internal organisasi, serta sponsor dan kemitraan swasta. Skema pendanaan ini diharapkan mampu menopang pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Sebagai indikator keberhasilan, APRI Kukar menargetkan peningkatan jumlah anggota aktif, terselenggaranya turnamen rutin setiap tahun, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi, serta kontribusi nyata terhadap peningkatan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi lokal.
Dengan pengukuhan ini, DPK APRI Kukar diharapkan tidak hanya fokus pada pembinaan komunitas dan atlet, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan perairan serta pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara APRI, KORMI, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mewujudkan olahraga memancing yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat Kutai Kartanegara. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan