gambar ilustrasi

Arus Deras Sungai Kahayan Telan Korban, SAR Masih Berjibaku

GUNUNG MAS – Tragedi kecelakaan air kembali terjadi di Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah, dan menjadi pengingat keras akan minimnya kesadaran keselamatan di daerah aliran sungai. Hingga Minggu (04/01/2026), upaya pencarian terhadap seorang pemuda yang terseret arus Sungai Kahayan di Desa Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, telah memasuki hari ketiga namun belum membuahkan hasil.

Korban diketahui bernama Johan Sandi Novaly (26), warga Tangerang, Banten. Ia dilaporkan hanyut dan tenggelam saat berenang bersama tiga kerabatnya pada Jumat pagi 2 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat kejadian, korban disebut tidak memiliki kemampuan berenang, sementara kondisi sungai sedang berarus cukup kuat akibat debit air yang meningkat.

Menurut keterangan warga setempat, Johan sempat berusaha diselamatkan. Salah seorang saudaranya bahkan berhasil meraih jari tangan korban. Namun, derasnya arus Sungai Kahayan membuat upaya tersebut gagal, hingga akhirnya korban hilang dari pandangan dan tenggelam.

Keluarga korban bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri sesaat setelah kejadian. Namun, keterbatasan peralatan dan kondisi sungai yang keruh membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan pencarian profesional.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangkaraya segera menurunkan tim SAR ke lokasi. Kepala KPP Palangkaraya, AA Ketut Alit Supartana, mengatakan pihaknya mengerahkan personel dan perlengkapan lengkap untuk mendukung operasi pencarian.

“Begitu menerima informasi, kami langsung mengirim tim penyelamat dengan perahu karet, kendaraan operasional, serta perlengkapan khusus pertolongan di air,” kata Alit dalam keterangannya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Basarnas, Malik, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama pencarian adalah faktor alam. Kondisi sungai yang tidak bersahabat menjadi penghambat utama.

“Arus Sungai Kahayan masih cukup deras, ditambah air yang keruh dan jarak pandang rendah. Situasi ini membuat pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Malik menambahkan, tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran secara maksimal dengan metode pencarian air dan darat di sepanjang aliran sungai. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan yang memanfaatkan sungai sebagai lokasi rekreasi, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru. Kurangnya kemampuan berenang serta ketidaksiapan menghadapi kondisi alam berisiko tinggi dapat berujung pada tragedi.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com