BALIKPAPAN – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah diproyeksikan mengalami peningkatan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Pada periode angkutan Lebaran 2026, bandara tersebut menargetkan dapat melayani hampir 330 ribu penumpang. Angka ini meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan bahwa seluruh aspek operasional telah dipersiapkan guna menghadapi lonjakan penumpang. Posko terpadu angkutan Lebaran akan melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, otoritas bandara, ground handling, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Sudah siap. Tinggal menunggu pembukaan resmi dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya, Kamis (26/02/2026) di Bandara SAMS.
Dalam kondisi normal, pergerakan pesawat di Bandara SAMS mencapai 120–130 penerbangan (aircraft movement) per hari. Sementara jumlah penumpang rata-rata berkisar antara 11 ribu hingga 14 ribu orang per hari. Pada hari kerja (weekday), jumlahnya sekitar 10–11 ribu penumpang. Namun, saat libur panjang, angka tersebut pernah menembus 17 ribu penumpang dalam satu hari.
Meski proyeksi kenaikan telah dihitung, realisasi jumlah penumpang tetap bergantung pada kesiapan maskapai. Hingga akhir Februari 2026, belum terdapat pengajuan penerbangan tambahan (extra flight). Ketersediaan armada menjadi faktor krusial, mengingat sebagian pesawat nasional masih menjalani perawatan berkala.
“Kalau armada terbatas, maskapai akan prioritaskan rute yang paling tinggi kebutuhannya,” jelas Iwan.
Selain faktor armada, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan sejumlah instansi dan perusahaan juga diperkirakan memengaruhi pola perjalanan masyarakat, baik menjelang maupun setelah puncak arus mudik.
Di sisi lain, Bandara SAMS tengah melaksanakan revitalisasi tahap II yang ditargetkan rampung pada November 2026. Program ini mencakup peningkatan fasilitas pelayanan, seperti eskalator, toilet, sistem pendingin udara (AC), serta sejumlah sarana pendukung lainnya guna meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Kita ingin seluruh fasilitas dalam kondisi terbaik. Toilet, eskalator, AC, semuanya kita tingkatkan agar layanan semakin maksimal,” jelas Iwan.
Selain pembenahan fasilitas utama, pengelola bandara juga berencana mengoptimalkan terminal lama menjadi general aviation terminal yang dikhususkan untuk penerbangan charter dan private jet. Terminal lama yang memiliki konstruksi khas kayu ulin itu juga dibuka peluang investasi untuk pengembangan pusat UMKM atau kegiatan usaha lainnya.
“Kita harapkan bisa dimanfaatkan untuk pusat UMKM atau kegiatan usaha lainnya, sehingga aset bandara bisa lebih maksimal,” pungkasnya. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan