AS Buka Sayembara Rp168 Miliar untuk Informasi Pemimpin Iran

WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan imbalan besar bagi siapa pun yang memiliki informasi mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lain di pemerintahan Teheran. Nilai hadiah yang ditawarkan mencapai USD 10 juta atau sekitar Rp168 miliar.

Langkah tersebut diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu (14/03/2026) melalui program keamanan internasional yang dikenal sebagai “Rewards for Justice”. Program ini memberikan insentif finansial bagi pihak yang mampu memberikan informasi intelijen penting terkait individu yang dianggap terlibat dalam aktivitas terorisme global.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menuding sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Mojtaba Khamenei, memiliki peran strategis dalam struktur kepemimpinan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Menurut pemerintah Amerika Serikat, IRGC selama ini diduga terlibat dalam berbagai operasi yang berkaitan dengan jaringan terorisme internasional.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri menyampaikan bahwa individu-individu yang masuk dalam daftar tersebut diduga memiliki peran langsung dalam pengendalian aktivitas IRGC di berbagai wilayah dunia.

“Tokoh-tokoh ini berada dalam struktur kepemimpinan yang mengarahkan dan mengendalikan berbagai elemen IRGC, termasuk dalam operasi yang berkaitan dengan aktivitas teror di berbagai negara,” demikian keterangan Departemen Luar Negeri AS.

Selain Mojtaba Khamenei, pemerintah Amerika Serikat juga memasukkan sejumlah pejabat tinggi Iran dalam daftar tersebut. Di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni serta Menteri Intelijen dan Keamanan Esmail Khatib.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar sepuluh individu yang masuk dalam daftar pencarian informasi tersebut.

Melalui pengumuman ini, pemerintah AS juga mengajak masyarakat internasional untuk memberikan informasi melalui jalur komunikasi yang aman. Otoritas Amerika menyebutkan bahwa informasi dapat dikirimkan menggunakan jaringan anonim seperti Tor maupun aplikasi pesan terenkripsi Signal.

Dalam pengumuman tersebut, pemerintah AS bahkan menyatakan bahwa pemberi informasi berpotensi mendapatkan perlindungan tambahan apabila informasi yang diberikan terbukti valid.

“Informasi yang Anda berikan dapat membuka peluang bagi Anda untuk memperoleh hadiah finansial serta kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih aman,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan pemerintah AS.

Program Rewards for Justice sendiri merupakan inisiatif lama Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang telah berjalan selama puluhan tahun. Program ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi intelijen yang dapat membantu penangkapan atau penuntutan individu yang dianggap terlibat dalam aktivitas terorisme internasional.

Pengumuman hadiah tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah pecahnya konflik besar yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari lalu.

Situasi semakin memanas setelah pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan bom pada 28 Februari 2026, pada awal pecahnya konflik antara Iran dan koalisi AS–Israel.

Sejak saat itu, posisi kepemimpinan Iran menjadi sorotan internasional, termasuk terkait kemungkinan munculnya figur baru dalam struktur kekuasaan di negara tersebut.

Langkah Amerika Serikat menawarkan hadiah besar untuk informasi terkait tokoh-tokoh Iran diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran yang selama ini sudah berada dalam kondisi tegang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com