NUNUKAN – Asap tebal membubung di langit Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Senin (02/02/2026). Puluhan warga bergegas menyelamatkan ternak dan barang berharga, sementara api yang membakar lahan pertanian terus merembet cepat di musim kemarau.
“Api datang begitu cepat. Saya hanya bisa tarik kambing-kambing ke tempat aman, sempat panik karena jarak rumah hanya beberapa meter dari lahan yang terbakar,” ujar Samsudin, warga setempat yang menjadi saksi mata.
Tim BPBD Pos Lumbis segera diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api. Menurut Petugas Pemadam, Rafiq, pihaknya harus berjuang ekstra karena angin kencang membuat api sulit dikendalikan. “Kami kerahkan dua unit mobil pemadam dan tim lapangan bergerak sambil menyemprot dan mendinginkan bara api. Untungnya warga juga sigap membantu,” ungkapnya, Selasa (03/02/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi warga tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar. Nuraini, seorang ibu rumah tangga, mengaku takut: “Kami selalu diingatkan jangan bakar lahan, tapi tetap saja ada yang nekat. Sekarang rumah-rumah kami dekat api, rasanya panik sekali.”
BPBD Nunukan menekankan pentingnya laporan cepat. “Respon warga sangat membantu. Begitu dapat info, kami langsung bergerak, kalau terlambat, api bisa melahap lebih luas,” kata Rafiq.
Musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang, sehingga potensi Karhutla di Nunukan masih tinggi. Aparat setempat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan api, selalu memantau lahan, dan segera melaporkan bila ada titik asap.
Warga berharap kesadaran bersama meningkat. “Kami ingin desa kami aman. Kalau semua ikut aturan, kebakaran bisa dicegah,” ujar Samsudin menutup ceritanya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan