gambar ilustrasi

Awal 2026, Ikan Laut Langka di Pasar Induk Malinau

MALINAU – Aktivitas jual beli ikan laut di Pasar Induk Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, terpantau belum kembali normal pada awal pekan pertama tahun 2026. Sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya pasokan ikan laut yang biasanya menjadi komoditas utama masyarakat.

Pantauan di pasar menunjukkan beberapa lapak ikan terlihat lengang. Jenis ikan laut yang lazim dikonsumsi warga seperti ikan layang, ikan kembung atau rumah-rumah, hingga ikan tongkol sulit ditemukan. Kondisi ini berlangsung sejak beberapa hari setelah perayaan pergantian tahun.

Salah seorang pedagang ikan, Saleh, mengungkapkan bahwa stok ikan laut mulai menipis sejak hampir sepekan terakhir. Ia menyebut, pasokan yang masuk ke pasar belum pulih seperti hari-hari normal.

“Sudah sekitar seminggu ini ikan laut sangat terbatas. Yang datang hanya beberapa jenis saja, itu pun jumlahnya tidak banyak,” ujar Saleh saat ditemui di Pasar Induk Malinau, Senin (05/01/2026).

Menurutnya, berkurangnya pasokan ikan laut dipengaruhi oleh aktivitas nelayan yang belum sepenuhnya kembali melaut usai libur Tahun Baru. Selain itu, faktor alam turut memberi dampak terhadap hasil tangkapan.

“Banyak nelayan masih belum turun, ditambah sekarang fase bulan terang. Biasanya kalau bulan purnama, hasil tangkapan memang berkurang,” jelasnya.

Tidak hanya dari sisi produksi nelayan, distribusi ikan dari wilayah luar Malinau juga mengalami kendala. Jalur laut yang menjadi salah satu akses utama pengiriman ikan disebut kerap terganggu akibat cuaca yang kurang bersahabat.

Pedagang lainnya, Sulaiman, mengatakan musim hujan dan gelombang laut tinggi membuat pengiriman ikan laut sering tertunda. Akibatnya, pasokan yang seharusnya tiba di pasar menjadi tersendat.

“Kalau gelombang tinggi, kapal sulit berlayar. Itu otomatis mempengaruhi stok ikan yang masuk ke Malinau,” tuturnya.

Meski stok ikan laut menipis, sejumlah komoditas perikanan lain masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa jenis ikan tambak seperti patin dan bandeng masih dijual, begitu pula ikan kakap, udang, serta cumi-cumi.

Para pedagang memastikan harga komoditas yang masih tersedia relatif stabil dan belum menunjukkan kenaikan signifikan. Hal ini dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun pilihan ikan laut terbatas.

Pedagang memprediksi kondisi ini bersifat sementara. Pasokan ikan laut diyakini akan kembali normal seiring nelayan mulai beraktivitas penuh dan cuaca di perairan membaik dalam beberapa waktu ke depan. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com