Bajak Laut Sandera WNI di Gabon, RI Tancap Gas Bersama China

JAKARTA – Pemerintah Indonesia bergerak cepat pasca penculikan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di perairan Gabon, Afrika Barat, pekan lalu. Koordinasi intens dilakukan dengan pihak China demi keselamatan para korban.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, pemerintah terus memantau situasi dan menunggu informasi terbaru setiap jam dari lokasi. “Kami terus mengikuti perkembangan dan saya rutin berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon. Setiap update langsung kami terima,” ungkap Sugiono di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri, Rabu (14/01/2026).

Insiden terjadi pada 11 Januari lalu saat kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) berlayar sekitar 7 mil di perairan tenggara Equata, Gabon. Menurut Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, staf Angkatan Laut Gabon, sembilan awak kapal disandera, terdiri dari WNI dan warga China.

Pelaksana tugas Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menambahkan, dari total 12 awak kapal, sembilan disandera, termasuk empat WNI. “Saat ini tiga awak lain, termasuk dua WNI, berada di kapal dan dalam kondisi aman. Mereka dikawal Angkatan Laut Gabon menuju Libreville,” jelasnya.

Heni juga menyebutkan, Angkatan Laut Gabon tengah memburu para pelaku yang diketahui bersenjata tiga orang. Media lokal Gabon 24 melaporkan, penculikan ini terjadi ketika kapal sedang menangkap ikan di laut, menegaskan modus operasi bajak laut di wilayah tersebut semakin berani.

Pemerintah Indonesia berkomitmen keras untuk menegakkan keselamatan warganya. “Keselamatan WNI adalah prioritas utama kami,” kata Sugiono. Langkah koordinasi dengan China pun diharapkan mempercepat proses negosiasi dan penyelamatan korban. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com