Banjir Meluas di Banjar, Jalan Utama Tidak Bisa Dilalui Motor

BANJAR – Genangan banjir di Kabupaten Banjar terus meluas, dengan Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk, menjadi salah satu wilayah paling parah. Sudah lebih dari sepekan, desa ini terendam dan nyaris terisolasi. Jalan utama tidak bisa dilalui kendaraan karena air sudah setinggi lebih dari setengah meter.

“Air Sungai Martapura makin hari makin naik. Sekarang badan jalan utama sudah tidak bisa dilewati motor,” kata Masruni, warga setempat, Kamis (08/01/2026). Ia menambahkan, aktivitas ekonomi warga lumpuh total. Sawah dan kebun terendam, sementara akses transportasi hanya mengandalkan jalur yang tergenang cukup dalam.

Keluhan serupa disampaikan Bahrun, warga lain. Ia mengaku meski berisiko, warga tetap nekat melintasi jalan dengan motor karena tidak ada jalur alternatif. “Kondisi ini menyulitkan, apalagi anak-anak yang sekolah dan warga yang bekerja di luar desa,” katanya. Dampak kesehatan juga mulai terasa: “Hampir semua warga kena kutu air, termasuk anak-anak dan lansia,” tambah Bahrun.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar hingga Rabu (07/01/2026), banjir sudah melanda 12 kecamatan dengan total 135 desa dan kelurahan terdampak, meningkat dari 121 desa sehari sebelumnya. Warga terdampak juga bertambah menjadi 135.704 jiwa dari sebelumnya 118.151 jiwa. Rumah terdampak melonjak dari 23.133 unit menjadi 32.789 unit, meski jumlah rumah yang masih tergenang menurun menjadi 8.577 unit.

Sekda Banjar, Yudhi Andrea, menegaskan pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap situasi ini. “Seluruh perangkat daerah kami kerahkan, mulai pendataan, distribusi bantuan, hingga pemantauan lapangan agar penanganan optimal,” ujarnya. Meski beberapa titik mulai surut, warga tetap diimbau waspada karena intensitas hujan di wilayah hulu masih tinggi, berpotensi memicu banjir susulan. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com