BANJARMASIN – Simpang empat Jalan Skip Lama Banjarmasin kembali terendam banjir rob, tepat di samping Masjid Asy-Syuhada. Meski langit cerah sepanjang hari, air perlahan naik sejak waktu maghrib, Jumat (27/02/2026).
Warga yang hendak menunaikan salat berjamaah terlihat waspada. Sarung dan mukena diangkat tinggi agar tidak basah, sambil mempercepat langkah melewati genangan air yang menutupi sebagian badan jalan.
“Airnya naik tiba-tiba, tapi tetap harus ke masjid. Kami harus saling bantu agar tidak ada yang terpleset,” kata Miftah, seorang warga setempat, saat melewati genangan.
Kendaraan bermotor melaju pelan. Pengendara menyesuaikan diri, hati-hati agar cipratan tidak mengenai jamaah yang melintas. Lalu lintas tetap ramai, namun suasana lebih tenang dibanding biasanya.
Seiring waktu, banjir rob makin meninggi. Dari genangan tipis, air mulai menutup sebagian jalan, memantulkan lampu kendaraan yang melintas. Beberapa pengendara memilih jalur alternatif, tapi tak sedikit yang tetap menerobos simpang tersebut dengan waspada.
Di tengah tantangan itu, solidaritas warga tampak jelas. Orang-orang saling memberi jalan, menunggu yang lain menyeberang, dan menjaga ketenangan malam Ramadan. Semangat untuk beribadah tidak luntur meski harus berjuang melewati banjir.
“Ini bagian dari kebersamaan kita di bulan suci. Banjir atau tidak, salat berjamaah tetap jalan,” ungkap seorang jamaah lainnya sambil tersenyum.
Fenomena rob yang naik di malam hari ini menambah kewaspadaan warga di kawasan pesisir Banjarmasin, sekaligus memperlihatkan kekompakan masyarakat menghadapi tantangan rutin setiap Ramadan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan