Gambar Ilustrasi

Berau Optimalkan Pendapatan Lokal di Tengah Krisis Transfer

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menatap 2026 dengan ambisi tinggi: menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp450 miliar. Target ini meningkat Rp70 miliar dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp380 miliar, seiring upaya optimalisasi seluruh potensi daerah yang ada.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menekankan bahwa strategi ini penting untuk menghadapi keterbatasan anggaran sekaligus menekan dampak berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kami harus memastikan PAD benar-benar optimal agar pembangunan tetap berlanjut meski aliran dana dari pusat menurun. Ini strategi kami menghadapi keterbatasan fiskal sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan,” ujar Said saat ditemui di kantornya, Sabtu (31/01/2026).

Target PAD Rp450 miliar ditopang oleh sektor pajak daerah, yang ditargetkan mencapai Rp170 miliar, naik signifikan dari Rp144 miliar pada 2025. Dari pajak strategis, termasuk pajak listrik, diharapkan kontribusi naik dari Rp35 miliar menjadi Rp40 miliar melalui sinergi pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha.

Selain itu, sektor retribusi daerah juga diproyeksikan meningkat menjadi Rp132 miliar, dibandingkan Rp112 miliar pada 2025. Pos pendapatan lain-lain yang sah diperkirakan melonjak signifikan menjadi Rp134 miliar dari sebelumnya Rp62 miliar.

“Kami menyiapkan sistem diversifikasi sumber pendapatan, perbaikan pemungutan, evaluasi tarif, hingga penyesuaian regulasi melalui Perda Nomor 7 Tahun 2025,” jelas Djupiansiyah Ganie, Kepala Bapenda Berau.

Peningkatan PAD dianggap mendesak karena alokasi dana transfer dari pemerintah pusat menurun drastis hingga Rp1,7 triliun pada akhir 2025. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah menunda sejumlah belanja modal dan proyek fisik. “Kondisi ini membuat kita harus kreatif. PAD harus dimaksimalkan supaya pembangunan tetap jalan, tanpa menunggu transfer dari pusat,” kata Said.

Djupiansiyah menambahkan, target PAD tahun ini disusun dengan prinsip rasional dan terukur, mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, upaya optimalisasi PAD menjadi pondasi untuk menjaga layanan publik tetap berjalan lancar dan pembangunan daerah tidak terhambat. “Fokus kami bukan sekadar menaikkan angka, tapi memastikan pendapatan daerah dikelola efektif dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan strategi ini, Kabupaten Berau berharap mampu menekan ketergantungan pada dana pusat sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal daerah, sehingga ekonomi lokal dan pelayanan publik tetap stabil. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com