Bertahan Sejak 1979, Tahu Tek Agus Jadi Legenda Jalan Mulawarman

SAMARINDA – Di kawasan Jalan Mulawarman, Kota Samarinda, tepatnya di seberang pos polisi dan berdekatan dengan Zoom Hotel Mulawarman Samarinda, seorang pedagang tahu tek-tek tetap setia melayani pelanggan sejak puluhan tahun lalu. Agus, penjual tahu tek tersebut, telah berjualan sejak 1979 dan menjadi salah satu pedagang kaki lima yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman dan persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.

Agus memulai usahanya pada 1979 di kawasan Jalan Flores sebelum akhirnya memindahkan lokasi jualannya ke Jalan Mulawarman. Perpindahan tersebut tidak terlalu jauh dari tempat awal berjualan dan masih berada di pusat kota. Ia memilih tetap bertahan di kawasan tersebut karena dinilai strategis serta dekat dengan pusat keramaian.

“Saya mulai jualan tahun 1979. Awalnya di Jalan Flores, kemudian pindah ke Jalan Mulawarman sampai sekarang. Tempatnya masih di sekitar pusat kota juga,” ujar Agus kepada awak media saat ditemui bersama rombong tahu teknya, Jumat (27/02/2026).

Ia menuturkan, awalnya belajar membuat tahu tek dengan mengikuti temannya yang lebih dahulu berjualan. Dari pengalaman tersebut, ia mempelajari resep dan cara penyajian hingga akhirnya berani membuka usaha sendiri. Selama lebih dari empat dekade, Agus tetap mempertahankan cita rasa khas yang menjadi ciri dagangannya.

Setiap hari, Agus mulai berjualan setelah salat Magrib hingga sekitar pukul 00.00 Wita. Meski usia tidak lagi muda, ia tetap berusaha melayani pembeli yang datang pada malam hari.

“Saya buka habis Magrib sampai kira-kira jam 12 malam. Sekarang kondisi sudah tua, jadi tidak sekuat dulu,” kata bapak empat anak ini.

Pria asal Gresik, Jawa Timur, tersebut mengungkapkan bahwa kondisi usaha saat ini berbeda jauh dibandingkan masa awal berjualan. Ia menilai persaingan semakin ketat dan harga bahan pokok terus meningkat, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun.

“Sekarang cari penghasilan lebih susah. Tidak seperti dulu. Untuk hidup sehari-hari Alhamdulillah masih bisa makan. Sekarang toko saja banyak yang mengeluh, apalagi yang jualan makanan,” tutur Agus.

Ia mengenang era 1980-an hingga 1990-an sebagai masa yang lebih ramai. Saat itu, jumlah pedagang serupa belum sebanyak sekarang dan keberadaan tempat hiburan malam di sekitar lokasi turut mendongkrak jumlah pembeli.

“Dulu saingan belum banyak dan hiburan malam juga ramai, jadi pembeli banyak. Sekarang sudah beda,” jelas Agus.

Dalam sehari, Agus rata-rata memperoleh pendapatan sekitar Rp300 ribu. Namun, kenaikan harga bahan baku tidak diikuti kenaikan harga jual yang signifikan karena ia khawatir memberatkan pelanggan. Saat ini, tahu tek dengan tambahan telur dijual Rp15 ribu per porsi, sedangkan tanpa telur Rp12 ribu per porsi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Agus tetap bersyukur dapat mempertahankan usahanya lebih dari empat dekade. Baginya, berdagang tahu tek bukan sekadar mencari nafkah, melainkan perjalanan hidup yang telah menjadi bagian dari dinamika Kota Samarinda. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com