BI Kaltim Layani Penukaran Uang Lebaran, Kuota 1.000 Penukar per Hari

SAMARINDA – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilannya di Kalimantan Timur (Kaltim) membuka layanan penukaran uang rupiah bagi masyarakat di Gedung Pramuka Kalimantan Timur yang beralamat di Jalan M. Yamin Nomor 06, Samarinda. Layanan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026, dengan kuota maksimal 1.000 penukar setiap harinya.

Program layanan penukaran uang ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menukarkan uang dengan berbagai pecahan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan transaksi selama Ramadan maupun tradisi berbagi saat Lebaran.

Asisten Pengelolaan Kas Daerah/Layanan Kas Bank Indonesia Kaltim, Muhammad Rizkat, menjelaskan bahwa masyarakat yang dapat melakukan penukaran adalah mereka yang sebelumnya telah mendaftarkan diri melalui aplikasi PINTAR pada 26 hingga 27 Februari 2026.

“Warga yang hadir hari ini adalah mereka yang sebelumnya sudah mendaftar melalui aplikasi PINTAR. Setibanya di lokasi, petugas akan memverifikasi apakah data yang datang sesuai dengan data pendaftar di aplikasi tersebut,” ujar Rizkat, kepada media ini. Senin (09/03/2026).

Ia menegaskan bahwa salah satu syarat utama dalam layanan penukaran uang tersebut adalah kesesuaian identitas pemesan dengan data yang tercatat pada aplikasi. Oleh karena itu, setiap penukar wajib membawa kartu tanda penduduk (KTP) sesuai dengan nama yang terdaftar dan harus datang secara langsung ke lokasi. “Penukaran tidak dapat diwakilkan. Nama pada pemesanan harus sesuai dengan KTP dan orang yang mendaftar wajib datang sendiri,” kata Rizkat.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia menyiapkan sejumlah tahapan pelayanan bagi masyarakat yang datang untuk menukarkan uang. Tahap pertama dimulai dari pemeriksaan bukti pendaftaran oleh petugas verifikasi di bagian depan lokasi.

Setelah itu, masyarakat diarahkan menuju meja verifikasi identitas untuk mencocokkan data dengan KTP. Apabila data dinyatakan sesuai, penukar kemudian dipersilakan menunggu di ruang tunggu sebelum dipanggil menuju loket perbankan yang telah disediakan.

Rizkat menjelaskan bahwa di lokasi penukaran terdapat enam loket layanan dari perbankan yang tergabung dalam kegiatan tersebut, termasuk dari Bank Indonesia. Loket-loket tersebut disiapkan untuk mempercepat proses penukaran uang masyarakat.

“Selama empat hari kegiatan ini, terdapat enam loket bank gabungan yang melayani masyarakat. Dengan kuota 1.000 penukar per hari, diharapkan proses penukaran bisa berjalan lebih cepat dan tertib,” ujarnya.

Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Salah satu kendala yang sering terjadi adalah masih adanya masyarakat yang berusaha mewakilkan penukaran kepada orang lain.

Selain itu, beberapa warga datang dengan nominal penukaran yang berbeda dari yang telah mereka pesan melalui aplikasi PINTAR. Kondisi tersebut tidak dapat dilayani karena jumlah penukaran harus sesuai dengan data yang sudah terdaftar di dalam sistem.

Dia melanjutkan, adapun batas maksimal penukaran uang yang dapat dilakukan setiap pemesan adalah sebesar Rp5,3 juta. Rinciannya meliputi pecahan Rp50.000 maksimal Rp2,5 juta, pecahan Rp20.000 maksimal Rp1 juta, pecahan Rp10.000 sebesar Rp1 juta, pecahan Rp5.000 sebesar Rp500 ribu, serta pecahan Rp2.000 sebesar Rp200 ribu. Penukar diperbolehkan tidak mengambil salah satu pecahan tersebut, namun tidak dapat menambah jumlah nominal yang telah ditentukan.

Layanan penukaran uang ini dibagi dalam dua sesi setiap harinya. Sesi pertama berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WITA. “Pukul 12.00 WITA menjadi batas akhir seluruh proses penukaran harus selesai. Jika melewati waktu tersebut, layanan penukaran tidak lagi dilayani,” jelas Rizkat.

Sementara itu, salah seorang warga Jalan P. Suryanata, Noven Budi, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan dalam kegiatan penukaran uang tersebut. Menurutnya, banyaknya loket pelayanan membuat proses penukaran berlangsung cukup cepat. Ia datang sekitar pukul 09.00 WITA dan proses penukaran selesai kurang dari satu jam. “Alhamdulillah loketnya banyak sehingga pelayanannya cepat. Saya datang sekitar jam sembilan pagi dan hampir jam sepuluh sudah selesai,” ujar Budi, sapaan akrabnya ini.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi. Setelah diverifikasi, petugas memberikan nomor antrean kepada penukar untuk menunggu giliran di loket.

Noven mengaku mengetahui informasi penukaran uang tersebut melalui media sosial Instagram. Uang yang ia tukarkan rencananya akan diberikan kepada orang tuanya serta sebagian akan dibagikan kepada keluarga saat perayaan Lebaran.

“Mendapat infonya penukaran dari Instagram dan uangnya digunakan untuk orang tua serta sebagian kecil mungkin dibagi-bagi saat lebaran,” tutup Budi. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com