SAMARINDA – Babak Kualifikasi (BK) cabang olahraga kabaddi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 tengah berlangsung di Kota Samarinda. Kegiatan ini digelar di Gedung Pencak Silat, Kompleks Polder Air Hitam, dan dilaksanakan selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Desember 2025.
BK Kabaddi ini diikuti ratusan atlet dari delapan kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Ajang tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi atlet yang akan berlaga pada Porprov VIII Kaltim yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada tahun 2026. Selain sebagai ajang kualifikasi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan dan pengembangan atlet-atlet junior kabaddi di Kaltim.
Berdasarkan data panitia pelaksana, jumlah atlet yang ambil bagian dalam BK Kabaddi kali ini mencapai 123 orang. Rinciannya, sebanyak 74 atlet putra dan 49 atlet putri. Para peserta berasal dari delapan daerah, yakni Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, serta Kota Samarinda sebagai tuan rumah.
Pelaksanaan BK Kabaddi dinilai strategis karena menjadi salah satu tahapan utama dalam pembinaan atlet menuju kompetisi tingkat provinsi. Melalui ajang ini, kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding para atlet dapat terukur secara langsung dalam suasana pertandingan yang kompetitif dan penuh tekanan. Hasil pertandingan juga menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pengurus dalam menyusun program pembinaan selanjutnya.
Salah satu daerah peserta, Kota Samarinda, menurunkan atlet-atlet kabaddi junior yang sebagian besar masih berstatus pelajar. Pelatih Kabaddi Junior Samarinda, Muhammad Dimas Amrullah, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan secara matang untuk menghadapi BK Kabaddi Porprov ini.
“Kami sudah menyiapkan strategi untuk bisa meraih medali emas. Strategi yang kami terapkan adalah bermain dengan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya di awal pertandingan dan memanfaatkan waktu time out secara maksimal,” ujar Dimas di sela-sela pertandingan, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, persiapan tim kabaddi Samarinda telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Program latihan intensif telah berjalan selama kurang lebih enam bulan sebelum kejuaraan ini digelar. Seluruh atlet yang diturunkan merupakan atlet junior yang masih mengenyam pendidikan formal.
“Persiapan menuju kejuaraan ini sudah kami lakukan sejak enam bulan lalu. Seluruh atlet masih berstatus pelajar dan berasal dari empat sekolah yang ada di Samarinda,” jelas Dimas.
Menurut Dimas, BK Kabaddi tidak hanya menjadi ajang perebutan tiket menuju Porprov, tetapi juga wadah penting untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet usia muda. Dengan mengikuti kejuaraan ini, para atlet diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri serta memahami dinamika pertandingan secara lebih matang.
Lebih lanjut, Dimas berharap olahraga kabaddi dapat terus berkembang di Kalimantan Timur, khususnya di kalangan generasi muda. Keberlanjutan pembinaan dinilai menjadi kunci utama agar cabang olahraga ini tetap eksis dan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.
“Harapan kami, generasi muda bisa meneruskan olahraga kabaddi ini. Dengan begitu, kabaddi bisa terus berjalan dan memiliki penerus ke depannya,” kata pria yang juga atlet senior Kabaddi Samarinda ini.
Melalui BK Kabaddi Porprov VIII/2026 ini, Pengurus Provinsi dan pengurus kabupaten/kota berharap dapat menjaring atlet-atlet potensial yang siap bersaing pada Porprov Paser 2026. Ajang ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan olahraga kabaddi di Kalimantan Timur secara berkelanjutan. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan