BK Porprov VIII Tarung Derajat Kaltim Resmi Digelar di Samarinda

SAMARINDA – Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior VII Tarung Derajat se-Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025 resmi digelar di Gedung Anggar, Kompleks Polder Air Hitam, Samarinda. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Desember 2025, dan diikuti ratusan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Kejuaraan tersebut menjadi ajang penting dalam rangka seleksi atlet yang akan berlaga pada Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Selain sebagai sarana kualifikasi, BK Porprov dan Kejurprov Junior ini juga berfungsi sebagai wahana pembinaan sekaligus evaluasi kemampuan atlet setelah menjalani program latihan di daerah masing-masing.

Sejak hari pertama pelaksanaan, ratusan atlet yang turun bertanding menunjukkan semangat juang dan determinasi tinggi. Mereka berkompetisi di berbagai kelas dan kategori, baik nomor tarung maupun seni gerak, dengan membawa nama daerah masing-masing. Atmosfer persaingan berlangsung ketat karena ajang ini menjadi penentu kelolosan atlet menuju Porprov mendatang.

Salah satu atlet yang turut ambil bagian dalam kejuaraan ini adalah Fransiskus Timo, atlet tarung derajat asal Kota Balikpapan. Ia tampil pada nomor tarung tunggal putra kelas 60 kilogram serta seni gerak berpasangan. Fransiskus merupakan atlet andalan Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat Balikpapan dan juga tercatat sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Timo sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa keikutsertaannya pada BK Porprov dan Kejurprov Junior ini merupakan bagian dari proses pembinaan jangka panjang yang telah ia jalani selama bertahun-tahun. Ia mengaku mulai menekuni tarung derajat secara serius sejak tahun 2011 dan konsisten mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari pengembangan kemampuan.

“Saya sudah berlatih dan belajar tarung derajat sejak 2011. Ajang seperti ini sangat penting bagi kami atlet,” ujar Timo, kepada media ini usai pertandingan, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, BK Porprov memiliki peran strategis sebagai tolok ukur kesiapan atlet dalam menghadapi Porprov tahun depan. Dari hasil pertandingan, atlet bersama pelatih dapat melihat secara langsung kekuatan dan kelemahan, baik dari sisi teknik, stamina, maupun mental bertanding.

Fransiskus mencontohkan pengalamannya saat bertanding pada BK Porprov kali ini. Ia mengakui mengalami penurunan stamina pada ronde ketiga, yang menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan.

“Tadi saya main, di ronde ketiga tenaga sudah habis. Dari situ bisa terlihat apa yang harus diperbaiki. Ini jadi bahan evaluasi kami bersama pelatih untuk menghadapi Porprov tahun depan,” jelas Timo.

Pelaksanaan BK Porprov VIII dan Kejurprov Junior VII Tarung Derajat ini juga mendapat perhatian dari pengurus provinsi serta pengurus kabupaten dan kota. Mereka menilai ajang ini sangat penting untuk menjaring atlet-atlet potensial sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan tarung derajat di Kalimantan Timur secara berkelanjutan.

Melalui BK Porprov dan Kejurprov Junior ini, tarung derajat Kaltim diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing pada Porprov mendatang, bahkan ke ajang yang lebih tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen pembinaan olahraga bela diri di Kalimantan Timur yang terus berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com