KOTAWARINGIN TIMUR — Seekor anak trenggiling ditemukan warga dalam kondisi hidup saat kegiatan pembersihan kebun kelapa sawit di Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, Rabu (11/02/2026) siang. Satwa yang termasuk dilindungi itu diperkirakan berbobot sekitar 1,5 kilogram dan diduga masih berusia sangat muda.
Informasi awal penemuan diteruskan oleh staf perusahaan setempat kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Sampit setelah menerima laporan dari warga yang pertama kali melihat satwa tersebut di area kebun. Respons cepat kemudian dilakukan tim konservasi untuk memastikan keselamatan hewan liar itu sekaligus mencegah potensi gangguan maupun risiko perdagangan ilegal.
Komandan Resort BKSDA Sampit menuturkan bahwa trenggiling tersebut ditemukan tanpa induk di sekitarnya. “Satwa ini dijumpai warga ketika membersihkan kebun sawit, dan ukurannya menunjukkan kemungkinan masih anakan,” ujarnya, Jumat (13/02/2026).
Proses evakuasi turut melibatkan aparat kewilayahan sebelum hewan tersebut dibawa menuju pos konservasi di kawasan Samuda dan selanjutnya diamankan di fasilitas BKSDA. Berdasarkan pemeriksaan awal, trenggiling berjenis kelamin betina itu berada dalam kondisi hidup dan telah mampu mencari makan secara mandiri meskipun usianya masih muda.
Petugas menilai penyelamatan ini penting sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang masih memiliki habitat alami namun rentan terhadap aktivitas manusia. Penanganan lanjutan akan difokuskan pada pemantauan kondisi kesehatan sebelum kemungkinan pelepasliaran kembali ke habitat yang aman.
Balai konservasi melalui BKSDA Resort Sampit juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan satwa dilindungi agar dapat ditangani sesuai prosedur dan tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.[]
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan