Bocor Dokumen Perang, Kantor Netanyahu Disorot Polisi

YERUSALEM – Kepolisian Israel menahan seorang pejabat senior di lingkungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait dugaan upaya menghambat proses penyelidikan hukum. Penahanan ini memperdalam krisis politik di lingkaran terdekat Netanyahu di tengah sorotan tajam terhadap perang di Jalur Gaza.

Media-media lokal Israel melaporkan penahanan tersebut berkaitan dengan kasus kebocoran informasi militer sensitif selama konflik Gaza. Polisi tidak secara terbuka mengungkap identitas pejabat yang ditahan. Namun sejumlah media menyebut sosok tersebut adalah Tzachi Braverman, Kepala Staf Netanyahu yang juga telah ditunjuk sebagai calon duta besar Israel untuk Inggris.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, Minggu (11/01/2026), kepolisian menyebut seorang pejabat penting dari kantor perdana menteri telah diamankan untuk dimintai keterangan.

“Seorang pejabat senior di kantor perdana menteri telah dibawa untuk pemeriksaan atas dugaan tindakan yang menghambat jalannya penyelidikan,” demikian pernyataan polisi.

Polisi menambahkan bahwa proses pemeriksaan dilakukan dengan status tersangka dan disertai peringatan hukum. “Individu tersebut tengah menjalani interogasi resmi sebagai tersangka,” lanjut keterangan itu.

Kasus ini mencuat setelah Eli Feldstein, mantan ajudan Netanyahu, secara terbuka menuding Braverman berusaha menghalangi penyelidikan terkait kebocoran dokumen militer rahasia kepada media asing selama perang Israel melawan Hamas di Gaza.

Pada September 2024, Feldstein diketahui membocorkan dokumen rahasia milik militer Israel kepada tabloid Jerman Bild. Aksi tersebut berujung pada penangkapannya dan penetapan status tersangka. Dokumen itu disebut digunakan untuk memperkuat narasi bahwa Hamas tidak berminat pada kesepakatan gencatan senjata.

Isi dokumen tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung klaim Netanyahu bahwa para sandera Israel yang diculik dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 hanya bisa dibebaskan melalui tekanan militer, bukan melalui jalur perundingan.

Dalam wawancara dengan penyiar publik Israel KAN, Feldstein mengungkapkan bahwa Braverman menghubunginya tak lama setelah kebocoran tersebut terungkap. Ia mengklaim Braverman meminta pertemuan segera setelah militer memulai penyelidikan internal.

Menurut Feldstein, Braverman menyampaikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi jalannya penyelidikan tersebut. “Ia memberi kesan bahwa proses itu bisa dihentikan,” ungkap Feldstein dalam wawancara tersebut.

Feldstein juga menyebut Netanyahu mengetahui kebocoran dokumen tersebut dan mendukung penggunaannya untuk membangun opini publik guna memperkuat dukungan terhadap perang di Gaza.

Media Israel melaporkan bahwa pada Minggu, polisi turut menggeledah kediaman Braverman sebagai bagian dari pengembangan kasus. Feldstein juga dijadwalkan memberikan keterangan tambahan kepada penyidik terkait dugaan peran Braverman dalam perkara ini.

Selain kasus kebocoran dokumen, Feldstein juga tercatat sebagai tersangka dalam skandal yang dikenal dengan sebutan “Qatargate”. Dalam kasus itu, ia bersama sejumlah orang dekat Netanyahu diduga terlibat dalam upaya mempromosikan citra Qatar di Israel atas kepentingan tertentu.

Penahanan ajudan utama Netanyahu ini semakin menambah tekanan politik terhadap perdana menteri Israel, yang sebelumnya telah menghadapi kritik luas baik di dalam maupun luar negeri terkait penanganan perang Gaza dan berbagai perkara hukum yang membelit lingkaran kekuasaannya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com