BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait adanya patahan panjang di wilayah Balikpapan adalah hoaks. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah BPBD berkoordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul viralnya informasi tersebut, terutama di platform TikTok.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti isu tersebut guna memastikan kebenaran informasi dan mencegah keresahan di tengah masyarakat.
“Yang kita lihat kemarin, memang sudah kita koordinasikan dengan BMKG. Untuk sementara BMKG menyatakan informasi tersebut hoaks,” ujarnya, Rabu (25/02/2026) di Rumah Jabatan Walikota.
Menurut Usman, BPBD Balikpapan tergabung dalam jaringan komunikasi kebencanaan bersama BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan dan instansi terkait lainnya, termasuk dalam grup pemantauan aktivitas gempa. Dari hasil pemantauan tersebut, aktivitas gempa yang relatif sering terjadi saat ini terpantau berada di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, serta kawasan Filipina bagian selatan.
Ia menjelaskan, secara geografis Pulau Kalimantan bukan termasuk wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi seperti Sulawesi, Maluku, atau daerah lain yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Hingga kini, tidak terdapat catatan adanya patahan aktif besar yang melintas langsung di wilayah Kota Balikpapan.
“Untuk Balikpapan sendiri kemungkinan ada pengaruh getaran dari wilayah lain, tetapi sangat kecil. Bahkan bisa jadi tidak terasa sama sekali,” jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi penurunan tanah atau likuefaksi seperti yang terjadi di Palu pada 2018, Usman menegaskan bahwa kondisi geologi Balikpapan berbeda. Secara topografi, Balikpapan didominasi wilayah perbukitan.
“Kalau di Balikpapan, pergerakan tanah yang terjadi sifatnya meluncur atau longsor karena curah hujan yang tinggi. Tidak seperti di Palu yang sampai tenggelam akibat likuefaksi,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Balikpapan belum pernah mengalami dampak gempa signifikan yang menyebabkan kerusakan besar. Dengan kondisi tersebut, risiko gempa di Balikpapan masih tergolong relatif rendah.
Meski demikian, BPBD tetap melakukan mitigasi dan pemantauan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas instansi. Laporan kondisi wilayah disampaikan secara berjenjang kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk kepentingan kajian serta program mitigasi.
“Kami tetap berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BMKG. Biasanya laporan kita sampaikan ke provinsi, kemudian diteruskan ke BNPB untuk melihat situasi di Balikpapan dan sekitarnya,” jelas Usman.
Menanggapi kembali isu yang beredar, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.
“Kalau dilihat situasinya, informasi patahan panjang itu tidak ada dan sudah ditindaklanjuti oleh BMKG bahwa itu hoaks. Namun, perubahan bumi itu dinamis, jadi kita tetap perlu waspada. Hanya saja kapan terjadinya kita tidak tahu,” ujarnya.
BPBD Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan