BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersiap melakukan penangkapan terhadap buaya yang semakin sering muncul di wilayah pesisir. Kemunculan predator ini dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan bahwa populasi buaya di beberapa kawasan pesisir sudah cukup padat dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Ini harus segera ditangkap. Populasinya sudah banyak di habitatnya, tidak bisa kita abaikan,” ujar Neni saat ditemui, Senin (02/03/2026).
Rencana penangkapan akan melibatkan koordinasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), BPBD, serta pawang buaya untuk memetakan lokasi-lokasi dengan konsentrasi populasi tertinggi. Setelah pemetaan selesai, proses penangkapan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami pastikan buaya ditangkap dengan aman, tidak disakiti. Nanti akan diserahkan ke pihak atau kementerian terkait,” tambahnya.
Selain langkah penangkapan, Pemkot juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diminta tidak membiarkan anak-anak mandi atau berenang di perairan laut, terutama saat air pasang.
“Kalau pasang air, itu sangat berisiko. Kami minta RT, warga, dan orang tua ikut mengawasi agar anak-anak tidak bermain di laut,” tegas Neni.
Langkah ini diambil menyusul beberapa kejadian sebelumnya, termasuk kasus seorang bocah yang diterkam buaya hingga terseret ke tengah laut. Pemkot Bontang berharap kesadaran warga dan koordinasi yang baik antara masyarakat dan aparat dapat mencegah insiden tragis selanjutnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan