Bumdes Rapak Lambur Optimalkan Ketahanan Pangan, Dorong PADes 2026

KUTAI KARTANEGARA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus berupaya memperkuat perannya dalam mendorong perekonomian desa. Meski saat ini terjadi kekosongan jabatan direktur, pemerintah desa memastikan sejumlah program strategis tetap menjadi prioritas, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, mengatakan hal tersebut saat diwawancarai di Kantor Desa, Senin (02/03/2026). Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Bumdes telah menjalankan beberapa unit usaha, di antaranya pengelolaan sarang burung walet dan penyewaan tenda untuk kegiatan masyarakat.

“Untuk usaha sarang burung walet, tahun ini memang belum bisa panen. Setelah kami cek ke dalam rumah walet, masih banyak anakan burung walet, jadi belum memungkinkan untuk diambil sarangnya. Kami tetap mengedepankan keberlanjutan agar hasilnya nanti maksimal,” ujarnya.

Selain itu, unit usaha penyewaan tenda juga belum berjalan optimal. Minimnya kegiatan masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut membuat pendapatan dari sektor ini belum signifikan.

“Kami akui, penyewaan tenda belum maksimal karena belum banyak kegiatan. Ini juga menjadi evaluasi kami agar ke depan masyarakat bisa lebih memanfaatkan fasilitas yang dimiliki desa,” tambah Yusuf.

Tahun 2026, Bumdes menghadapi tantangan baru setelah direktur resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pemerintah desa pun akan segera menggelar musyawarah untuk menentukan pengganti.

“Kami akan lakukan musyawarah terlebih dahulu. Nanti akan dibahas apakah penggantinya dari struktur organisasi yang sudah ada atau memilih dari luar. Semua akan diputuskan secara bersama-sama demi keberlanjutan Bumdes,” jelas Yusuf.

Meski ada kekosongan pimpinan, pemerintah desa tetap optimis terhadap pengembangan usaha Bumdes, khususnya dalam sektor ketahanan pangan. Pada 2025, Desa Rapak Lambur mendapatkan penyertaan modal sebesar 20 persen dari dana desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Dana tersebut akan direalisasikan pada 2026, salah satunya untuk pembelian gabah petani melalui Bumdes.

“Potensi sawah kita cukup luas. Dengan pembelian gabah melalui Bumdes, kami optimis bisa membantu petani mendapatkan harga yang lebih stabil sekaligus meningkatkan PADes,” ungkap Yusuf. Dari total sekitar 800 hektar lahan sawah, sekitar 500 hektar merupakan lahan produktif.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi lokal. Selain melalui Bumdes, PADes juga diperoleh dari koperasi desa yang bekerja sama dengan Bumdes dalam berbagai kegiatan usaha.

Kepala Desa menegaskan harapannya agar proses musyawarah segera menghasilkan keputusan sehingga roda organisasi kembali normal dan program-program yang telah direncanakan bisa dijalankan secara optimal.

“Harapan kami, setelah ada direktur baru, pengelolaan Bumdes bisa lebih fokus dan terarah. Potensi desa kita besar, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan profesional,” tutup Yusuf.

Dengan dukungan penyertaan modal dari dana desa dan potensi pertanian yang luas, Bumdes Rapak Lambur diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2026. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com