Buntut Kasus Rahasia Trump, Agen FBI Didepak Diam-Diam

WASHINGTON DC – Gejolak baru mengguncang tubuh Federal Bureau of Investigation setelah enam agen dilaporkan diberhentikan dari jabatannya akibat keterlibatan mereka dalam penyelidikan penanganan dokumen rahasia yang menyeret nama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Langkah tegas ini berkaitan dengan investigasi tahun 2022 mengenai penyimpanan dokumen sensitif di kediaman Trump di Mar-a-Lago, Florida, saat dirinya tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kasus tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan besar sebelum akhirnya dihentikan.

Sejumlah laporan media Amerika Serikat pada Kamis (26/02/2026) menyebut keputusan pemecatan itu datang langsung dari Direktur FBI, Kash Patel. Meski demikian, pihak biro belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah internal tersebut.

Penyelidikan yang menjadi pangkal polemik bermula dari penggerebekan rumah Trump pada 2022. Saat itu, aparat mencari dokumen rahasia negara yang diduga tidak disimpan sesuai prosedur keamanan. Materi yang menjadi perhatian penegak hukum disebut mencakup catatan strategis dari Pentagon hingga badan intelijen seperti Central Intelligence Agency.

Jaksa kala itu menduga sebagian dokumen menyangkut isu pertahanan hingga informasi nuklir. Namun Trump sejak awal menolak seluruh tuduhan dan menyatakan dirinya tidak melakukan pelanggaran hukum.

Pemecatan para agen ini memicu reaksi keras dari Asosiasi Agen FBI. Organisasi tersebut menilai langkah tersebut berpotensi merusak stabilitas institusi.

Dalam pernyataan resminya, asosiasi itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar mutasi administratif. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang berisiko bagi integritas lembaga.

“Pemberhentian ini menghilangkan sumber daya profesional yang sangat berpengaruh dan menciptakan ketidakpastian di internal organisasi,” bunyi pernyataan asosiasi.

Mereka juga memperingatkan bahwa dampak kebijakan itu dapat meluas hingga melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan biro.

“Ketika tenaga berpengalaman disingkirkan secara mendadak, hal ini bukan hanya soal karier individu, tetapi juga menyentuh kesiapan institusi dalam menjaga keamanan nasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, kasus hukum lain terhadap Trump, termasuk dugaan upaya membalikkan hasil pemilu 2020, telah dihentikan mengikuti kebijakan Departemen Kehakiman yang tidak mengizinkan penuntutan terhadap presiden yang sedang menjabat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com