Bupati Kukar Resmikan BUMDes Ayam Petelur Loa Duri Ulu

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa melalui pengembangan usaha produktif. Salah satunya ditandai dengan peresmian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Permata Desa Loa Duri Ulu yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Selasa (10/2/2026).

Peresmian yang berlangsung di Bukit Teratai, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung fasilitas kandang ayam petelur yang dibangun menggunakan Dana Desa Program Ketahanan Pangan dengan total anggaran sekitar Rp350 juta.

BUMDes Permata mengelola usaha peternakan ayam petelur dengan kapasitas awal sebanyak 1.000 ekor ayam. Saat ini, ayam-ayam tersebut masih berusia sekitar 14 minggu dan belum memasuki masa produksi. Sesuai siklus peternakan, ayam petelur akan mulai menghasilkan telur secara optimal saat usia mencapai 25 minggu ke atas.

Jika telah memasuki masa produksi, kandang ayam petelur ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 25 hingga 30 piring telur per hari. Produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telur masyarakat Desa Loa Duri Ulu secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar desa.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Loa Duri Ulu dan pengelola BUMDes Permata atas inisiatif mengembangkan usaha yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Langkah yang dilakukan oleh kepala desa bersama pengurus Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu ini sangat tepat. Mereka membangun kandang ayam petelur sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan. Harapan kita, ke depan kebutuhan telur masyarakat Loa Duri Ulu tidak lagi disuplai dari luar,” ujar Aulia.

Menurutnya, usaha ayam petelur memiliki peran strategis karena telur merupakan salah satu sumber protein utama yang dibutuhkan masyarakat setiap hari. Selain memperkuat ketahanan pangan, usaha ini juga berpotensi memberikan pemasukan berkelanjutan bagi desa.

BUMDes Permata dikelola secara profesional dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari pengelolaan kandang, perawatan ayam, hingga distribusi hasil produksi. Untuk pemasaran, BUMDes akan bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu. Telur hasil produksi akan dipasarkan kepada masyarakat desa serta dipersiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan pemerintah.

Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menjelaskan bahwa pendirian usaha ayam petelur ini merupakan hasil musyawarah desa yang mempertimbangkan tingginya kebutuhan telur di wilayahnya. Selama ini, pasokan telur masih bergantung dari luar desa sehingga harga cenderung tidak stabil.

“Dengan adanya kandang ayam petelur ini, kami ingin memastikan ketersediaan telur tetap terjaga dengan harga yang lebih stabil. Keuntungan usaha nantinya juga akan kembali ke desa untuk mendukung pembangunan dan kegiatan sosial masyarakat,” jelas Arsyad.

Peresmian BUMDes Permata Desa Loa Duri Ulu ini diharapkan menjadi contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kukar. Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan koperasi dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan tangguh secara pangan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam mendorong pembangunan dari desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com