Camat MHU Jadi Sasaran Amarah Warga Saat Mediasi Gapoktanhut

KOTAWARINGIN TIMUR – Ketegangan mewarnai proses mediasi yang digelar di Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Rabu (11/03/2026). Pertemuan yang semula bertujuan mencari jalan keluar atas polemik di tubuh Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) itu justru berujung ricuh setelah sebagian warga yang hadir meluapkan ketidakpuasan mereka.

Mediasi tersebut difasilitasi langsung oleh Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah. Agenda pertemuan difokuskan pada pembahasan terkait pengesahan tanda tangan dalam proses pemilihan ketua Gapoktanhut yang menjadi sumber perdebatan di kalangan masyarakat. Sejumlah warga dan pihak terkait hadir untuk menyampaikan pandangan masing-masing.

Namun, suasana yang awalnya berjalan cukup kondusif perlahan berubah tegang. Perbedaan pendapat antara sejumlah warga memicu emosi yang semakin memanas. Situasi akhirnya tak terkendali ketika sebagian warga mulai melontarkan protes keras kepada pihak yang memimpin mediasi.

Dalam kondisi tersebut, Camat MHU Zikrillah sempat menjadi sasaran kemarahan massa. Sejumlah benda yang berada di atas meja ruangan dilaporkan dilemparkan ke arah camat. Insiden tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Seorang warga yang mengetahui peristiwa tersebut menyayangkan kejadian itu. Menurutnya, camat sebenarnya telah berupaya memfasilitasi pertemuan agar persoalan di tingkat kelompok masyarakat dapat diselesaikan secara musyawarah.

“Seharusnya masalah ini bisa dibicarakan dengan kepala dingin. Pak Camat sudah mencoba mempertemukan semua pihak, tetapi karena suasana memanas akhirnya situasi menjadi tidak terkendali,” ujar seorang warga pada Kamis (12/03/2026).

Melihat kondisi yang semakin tegang, aparat keamanan yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi. Camat Zikrillah langsung diamankan oleh personel kepolisian dan TNI guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Sungai Sampit IPDA Dhafi Kurnia terlihat turun langsung ke lokasi untuk menenangkan warga sekaligus memastikan keamanan pejabat kecamatan tersebut. Aparat juga berupaya meredam emosi massa yang masih bertahan di sekitar lokasi mediasi.

Kericuhan tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah video kejadian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak masyarakat mempertanyakan penyebab konflik yang memicu aksi penyerangan terhadap pejabat pemerintah di tingkat kecamatan tersebut.

Hingga Kamis (12/03/2026), pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut maupun kemungkinan langkah hukum yang akan diambil terkait insiden tersebut.

Sementara itu, sejumlah pihak berharap polemik yang terjadi di internal Gapoktanhut dapat diselesaikan secara musyawarah dan tidak kembali menimbulkan konflik di tengah masyarakat. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com