CCTV Rusak, Kasus Tabrak Lari Bocah di Bontang Sulit Terungkap

Polisi kesulitan mengungkap pelaku tabrak lari di Bontang akibat minimnya bukti dan CCTV yang tidak berfungsi.

BONTANG – Penyelidikan kasus dugaan tabrak lari yang menewaskan seorang bocah perempuan di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang, terkendala minimnya bukti rekaman kamera pengawas closed circuit television (CCTV), sehingga pelaku hingga kini belum teridentifikasi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (17/03/2026) di area parkir depan Natara Toko Sembako Batuah dan Warung Bungo Masakan Minang. Korban yang berusia sekitar dua tahun ditemukan dalam kondisi luka parah di bagian kepala dan diduga meninggal akibat benturan keras.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bontang Widho Anriano melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Bontang Purwo Asmadi menjelaskan bahwa keterbatasan informasi dan tidak berfungsinya CCTV di sekitar lokasi menjadi kendala utama dalam proses penyelidikan.

“Radius 20 meter ada CCTV tapi kondisinya rusak. Terus yang aktif juga tidak sampai gambarnya ke warung itu. Kami masih lakukan pendalaman dengan memeriksa saksi,” ucap Purwo, sebagaimana dilansir Klik Kaltim, Selasa (17/03/2026).

Selain itu, kepolisian masih menunggu hasil visum dari tim medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, mengingat saat ditemukan korban sudah dalam kondisi mengenaskan.

Sebelumnya, korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya sekitar pukul 13.39 Wita dalam posisi tergeletak di area parkir. Luka serius di bagian kepala menjadi indikasi kuat adanya benturan keras, sementara bekas darah di lokasi kejadian sempat terlihat sebelum akhirnya ditutup menggunakan pasir. “Ponakan saya umurnya sekitar dua sampai tiga tahun. Ditemukan bapaknya sudah dalam keadaan luka di kepala,” ujar Diki, paman korban.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di sekitar jalan raya yang berisiko tinggi. “Kami tidak ingin kejadian ini berulang. Peran orang tua juga kami himbau aktif menjaga anaknya,” sambungnya.

Polres Bontang menegaskan akan terus mengembangkan penyelidikan melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti lain guna mengungkap pelaku dalam kasus ini, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com