BANJARMASIN — Upaya menjaga integritas aparat kepolisian terus dilakukan di lingkungan Polsek Banjarmasin Timur. Untuk memastikan tidak ada anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, jajaran kepolisian setempat menjalani pemeriksaan urine secara mendadak yang dilaksanakan bersama tim kesehatan dari Polresta Banjarmasin, Jumat (06/03/2026).
Kegiatan pemeriksaan tersebut berlangsung di lingkungan markas Polsek Banjarmasin Timur. Sekitar 25 personel dipilih secara acak untuk mengikuti tes urine sebagai bagian dari langkah pengawasan internal.
Proses pengambilan sampel dilakukan langsung oleh tim medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Banjarmasin. Seluruh tahapan pemeriksaan juga berada di bawah pengawasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk memastikan proses berjalan transparan dan sesuai prosedur.
Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pimpinan dalam menjaga kedisiplinan serta profesionalitas anggota kepolisian.
Menurutnya, aparat penegak hukum harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam memerangi peredaran narkotika. “Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh anggota bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kami ingin memastikan bahwa personel yang bertugas melayani masyarakat berada dalam kondisi bersih dari pengaruh zat terlarang,” ujar Morris saat memberikan keterangan.
Ia juga menyebutkan bahwa tes urine dilakukan secara terbuka dan melibatkan pengawasan dari berbagai pihak internal kepolisian agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut, Morris menegaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan juga tidak terkecuali dari proses pengawasan yang diterapkan.
Ia mengatakan seluruh anggota, termasuk dirinya, mengikuti prosedur yang sama dalam pemeriksaan tersebut. “Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua personel yang menjalani tes dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika,” ungkapnya.
Kapolsek menilai langkah tersebut penting untuk memastikan aparat kepolisian tetap memiliki integritas tinggi saat menjalankan tugas penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan narkoba.
Menurutnya, aparat tidak akan dapat menjalankan tugas secara maksimal jika masih ada anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Ia menambahkan bahwa penggunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental serta kemampuan berpikir seseorang.
“Jika seseorang terpengaruh narkotika, maka pola pikir dan kemampuan mengambil keputusan bisa terganggu. Kondisi tersebut tentu tidak boleh terjadi pada anggota kepolisian yang memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Polsek Banjarmasin Timur berharap seluruh personel dapat terus menjaga kedisiplinan serta menjunjung tinggi profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pemeriksaan serupa juga direncanakan akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengawasan internal di lingkungan kepolisian. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan