NUNUKAN – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kondisi infrastruktur jalan di wilayah dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, semakin memprihatinkan. Ruas jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah kecamatan di kawasan perbatasan itu dilaporkan sulit dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama terkait distribusi kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah kendaraan pengangkut logistik dilaporkan mengalami kesulitan menembus jalur yang berlumpur dan rusak akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kondisi jalan yang memburuk mulai dirasakan masyarakat sejak beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas cukup tinggi membuat sebagian ruas jalan berubah menjadi lumpur sehingga kendaraan sulit melintas.
“Dalam beberapa hari terakhir hujan turun hampir setiap hari. Kondisi jalan menjadi semakin berat dilalui kendaraan,” kata Oktavianus Ramli saat dikonfirmasi, Senin (09/03/2026).
Ia menjelaskan, jalur darat yang menghubungkan Kecamatan Krayan dengan Krayan Selatan kini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara. Banyak kendaraan yang terpaksa berhenti atau kembali karena tidak mampu melintasi jalan yang licin dan rusak.
“Perjalanan dari Krayan menuju Krayan Selatan ataupun sebaliknya sekarang tidak mudah. Banyak kendaraan yang tidak mampu melanjutkan perjalanan karena kondisi jalan yang sangat sulit dilalui,” ujarnya.
Akibat terganggunya jalur transportasi darat tersebut, pasokan kebutuhan masyarakat mulai terdampak. Stok BBM serta sejumlah bahan pokok dilaporkan mulai berkurang karena distribusi logistik tidak berjalan lancar.
Menurut Oktavianus, kendaraan yang biasanya mengangkut BBM dari Krayan Induk menuju wilayah Krayan Selatan kini mengalami kendala besar di perjalanan. “Persediaan BBM mulai menipis karena kendaraan pengangkut kesulitan melintasi jalan dari Krayan Induk ke Krayan Selatan. Banyak mobil tidak bisa keluar maupun masuk akibat kondisi jalan,” jelasnya.
Tidak hanya jalur darat, akses transportasi udara di wilayah Krayan juga ikut terpengaruh oleh kondisi cuaca. Beberapa penerbangan yang seharusnya melayani rute ke wilayah tersebut terpaksa dibatalkan.
Ia menuturkan pembatalan penerbangan terjadi karena faktor cuaca yang kurang mendukung serta kondisi landasan yang menjadi licin akibat hujan. “Dalam minggu ini ada jadwal penerbangan yang dibatalkan karena cuaca buruk dan landasan yang licin,” ungkapnya.
Jika hujan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, masyarakat dikhawatirkan akan semakin kesulitan untuk beraktivitas maupun memenuhi kebutuhan logistik. Kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah wilayah di dataran tinggi Krayan terisolasi sementara waktu. “Kalau hujan masih terus turun seperti sekarang, kemungkinan mobilitas masyarakat akan semakin terbatas karena akses darat maupun udara sama-sama terdampak,” pungkasnya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan